Hindari Tipe Pria Berikut Ini!

by
December 8th, 2011 at 1:04 am

Bingung memilih pacar atau pasangan untuk menjaga cinta Anda? Memang menentukan mana yang terbaik untuk kita itu tidaklah mudah. Hal yang sama juga bisa terjadi dalam masalah percintaan.

Sebenarnya, Anda tidak usah bingung dalam menentukan pasangan mana yang cocok untuk Anda, selama Anda merasa nyaman kenapa tidak? Tapi tidak ada salahnya kalau Anda lebih berhati-hati dalam menentukan pasangan buat Anda.

Berikut ada beberapa tipe pria yang perlu Anda hindari:

Pria Posesif
Tipe pertama ini menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk memperhatikan tiap tindakan Anda. Awalnya, Anda merasa ia sangat perhatian dan selalu ingin bersama Anda. Lama kelamaan, tiap kali menghubungi pertanyaannya selalu sama “Kamu di mana? Sama siapa?” Saat Anda berkata jujur, ia akan tetap curiga namun berdalih dengan berkata betapa ia merindukan Anda.

The Corrector
Tipe ini adalah versi lain dari tipe pertama. Si korektor selalu menganggap Anda punya selera sama dengannya. Jika ia sadar ada beberapa hal yang tidak sejalan, perlahan-lahan ia memaksa Anda melakukan hal-hal sesuai dengan kehendaknya. Mulai dari memilihkan cara berpakaian Anda, bagaimana cara mengambil sikap, hingga buku apa saja yang sebaiknya Anda baca (ya, semua ini harus sesuai dengan seleranya tentunya). Wah, enggak banget yah!

The Charmer
“Apa jangan-jangan saya yang salah ya?” Kalimat ini akan sering terlintas di pikiran Anda ketika punya kekasih yang sangat mempesona. Di mata Anda, sahabat, dan keluarga, ia bak pangeran berkuda putih yang nyaris tak bercela. Tapi, Anda harus tetap waspada dengan pria tipe ini. Bisa saja setelah jadian dia justru membuat Anda terhipnotis dan mau menuruti semua permintaanya.

The Abuser
Peraturan dalam menjalin hubungan dengan tipe terakhir ini mudah; lakukan yang ia mau setiap saat ia menginginkan, maka tak akan ada yang dihukum. Jika Anda tak melakukan sesuai kehendaknya, tak hanya kata-kata kotor yang keluar dari bibirnya, tangan kekarnya bisa membuat Anda terpelanting.

Setelah itu ia akan merayu Anda lagi dengan kata-kata manis seperti “Aku khilaf, maafin saya yah?” Dengan muka memelasnya Anda pasti akan memaafkannya. Padahal kejadian serupa bisa saja terjadi lagi.

Comment di sini