5 Penyebab Batal Nikah!

Tidak ada seorangpun yang mau rencana penikahannya itu gagal atau batal. Namun, kenyataannya tidak selamanya rencana pernikahan itu bisa berjalan dengan lancar. Ada yang akhirnya batal dan ada yang tetap bisa berlangsung. Lalu, apa penyebab pernikahan itu bisa gagal?

Biasanya makin dekat ke hari H, ada saja godaan dan halangannya. Mulai dari muncul rasa cemas, keragu-raguan dan tingkat stress makin tinggi, serta mereka juga jadi semakin sensitive. Makanya, bagi mereka yang tidak kuat menghadapinya, memilih batal.

Namun, pada umunya ada beberapa hal lain yang bisa mengakibatkan batal nikah. Apa saja?

1. Selingkuh

Ketidaksetiaan adalah faktor utama perpecahan sebuah hubungan. Jika sebelum menikah, pasangan kita sudah menunjukkan tanda-tandaitu, bagaimana jika sudah menikah? Hal ini tergantung pribadi masing-masing. Namun sebagian orang menilai selingkuh dalam hubungan adalah kesalahan fatal yang tidak termaafkan. Karenanya pernikahanpun bisa saja batal saat pasangan ketahuan selingkuh.

2. Belum Siap Mental

Awalnya Anda yakin mau menikah dengannya. Tapi saat dihadapkan jelang hari H, Anda malah ragu-ragu. Anda merasa takut menghadapi pernikahan. Ketidaksiapan mental biasanya menjadi alasan klasik orang batal menikah. Sebelum terlambat, tanyakan pada diri sendiri dan pasangan, apakah sudah benar-baner yakin akan menikah? Jika iya, maka bulatkan tekad Anda dan terus berpikir positif bahwa pernikahan Anda akan lancar.

3. Beda Keyakinan

Terkadang orang menyepelekan masalah ini saat masih pacaran. Sampai Anda tidak menyadari hubungan Anda makin serius, hubungan emosi makin kuat, dan rencana menikah sudah di depan mata. Persoalan ini akan rumit dan sulit dicari jalan keluarnya. Karenanya banyak rencana pernikahan yang gagal karena satu masalah ini.

4. Keluarga

Pernikahan di Indonesia tentunya berbeda dengan di barat. Karena kebanyakan orang Indonesia berpiir bahwa pernikahan adalah penyatuan dua keluarga, bukan hanya indicidu. Karenanya keluarga juga mempunyai peran penting dalam penikahan. Sebelum menikah, sebaiknya Anda melakukan pendekatan terlebih dahulu ke keluarga masing-masing. Dari sini Anda bisa melihat apakah aka nada kecocokan atau tidak dengan mereka.

5. Terbukanya Aib Pasangan

Nah disinilah proses pacaran yang berkualitas dipergunakan. Seharusnya jika Anda sudah pacaran dengan pasangan sudah lama, maka Anda juga harus tahu kepribadiannya. Baik itu masalah sifat, kebiasaan buruk dan bahkan aibnya. Dengan begitu Anda tidak akan merasa terbohongi saat akan menikah nanti. Karena jiak aib pasangan baru terbuka saat akan menikah ini hanya akan mengakibatkan pernikahan Anda batal. Jadi, mintalah pasangan untuk bersikap terbuka kepada Anda agar tidak ada pihak yang merasa dibohongi.

Siap atau belum, sebaiknya Anda pikirkan masak-masak sebelum memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh. Terbuka satu sama lain adalah sikap yang sangat diperlukan agar Anda bisa lebih memantapkan keputuan Anda.


comments powered by Disqus

Leave a Reply