CiriCara: Ciri Dan Penyebab Kurang Gizi Pada Anak

by
January 5th, 2012 at 5:03 am

Salah satu unsur penting untuk kesehatan manusia adalah gizi. Tubuh akan segar dan mampu melakukan berbagai aktivitas dengan baik jika disertai asupan gizi yang baik. Apalagi pada balita dan anak-anak, asupan gizi yang cukup menjadi faktor yang sangat penting untuk pertumbuhannya.

Asupan gizi yang optimal akan membantu pertumbuhan dan berperan penting dalam perkembangan otak anak. Karenanya orangtua harus benar-benar memahami kebutuhan gizi anak agar tumbuh sehat dan optimal serta terhindari dari penyakit kurang gizi.

Sebagai antisipasi terbaik, para orangtua wajib mengetahui gejala serta penyebab kurangnya gizi pada anak. Dengan demikian orang tua bisa memperbaiki asupan gizi untuk anaknya.

Ciri-ciri Anak kurang gizi:

1. Kurang Energi Protein Ringan
Belum muncul tanda-tanda khusus yang bisa diidentifikasi secara jelas pada tahap ini. Hal yang paling mudah dikenali adalah menurunnya berat badan anak menjadi 80 persen dari berat badan normal.

2. Kurang Energi Protein Sedang
Pada tahap ini, berat badan akan turun menjadi 70 persen dari berat normal. Selain penurunan berat badan, orangtua bisa mengenali tanda lain, yaitu wajah anak pucat dan rambutnya berubah menjadi kemerahan.

3. Kurang Energi Protein Berat
Tahap ini terbagi menjadi 2 yakni, kurang sekali (marasmus) dan kwashiorkor. Marasmus ditandai dengan penurunan berat badan anak menjadi 60 persen dari berat normal.
Sementara itu, kwashiorkor ditandai dengan:
- Penurunan berat badan, pembengkakan kaki, rambut memerah dan mudah dicabut, mata rabun dan kornea kering dan kadang borok sehingga mampu membuat mata pecah.
- Terserang beberapa penyakit, seperti tekanan darah rendah atau anemia, infeksi, diare yang sering terjadi, kulit mengerak dan pecah sehingga keluar cairan dan pecah-pecah di bagian sudut bibir.

Penyebab kurang gizi pada anak:
1. Jarak Usia Anak Terlalu Dekat
Faktor pertama yang mempengaruhi kekurangan gizi adalah jarak usia anak yang terlalu dekat. Misalnya, jarak kakak dan adik hanya 1 tahun. Kedekatan jarak ini membuat perhatian ibu untuk si kakak tersita akibat kehadiran si adik. Itulah yang menyebabkan si kakak menjadi anak yang terabaikan dan cenderung tidak terurusi, termasuk urusan gizinya.

2. Infeksi atau tertular penyakit
Infeksi dan penyakit yang ditularkan juga bisa mengakibatkan anak kekurangan gizi. Anak-anak yang mulai berjalan biasanya sangat mudah tertular berbagai penyakit serta sering mengalami infeksi.

3. Lingkungan kotor
Lingkungan kurang bersih sangat berpengaruh terhadap kekurangan gizi anak. Anak akan sering sakit-sakitan sehingga membuatnya kekurangan gizi. Oleh sebab itu, jagalah kebersihan di lingkungan hidup Anda.

4. Penyakit bawaan
Penyakit bawaan yang diturunkan dari generasi ke generasi ternyata mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kekurangan gizi anak. Penyakit bawaan yang dimaksud, misalnya penyakit jantung dan paru-paru, sehingga memaksa anak untuk menjalani perawatan.

5. Kesulitan ekonomi
6. Kurangnya pengetahuan tentang gizi anak.

Comment di sini