Pria Ini Menambal Kepala Somplaknya Pakai Lemak

by
February 29th, 2012 at 3:19 am

Lemak diperut ternyata tidak hanya bisa membuat seseorang terlihat gemuk sehingga harus berdiet. Tapi, ternyata lemak diperut juga bisa digunakan untuk menambal bagian kepala yang penyok. Tidak percaya?

Seorang pria bernama Tim Barter mengalami penyok besar di kepala bagian kanan setelah mengalami kecelakaan. Tapi kini kepalanya bisa kembali normal setelah tim dokter berhasil “menambalnya” menggunakan lemak perut pria tersebut.

Barter yang berasal dari Brixton, south London, menjalani prosedur perintis yang pertama kali dilakukan di Inggris. Prosedur ini dilakukan untuk merencanakan pembentukan kembali kepalanya dengan menggunakan lemak diperut dan pelat titanium.

Sebelumnya, Barter yang bekerja sebagai supervisor efek visual mengalami kecelakaan hebat saat jatuh dari pipa pembuangan dengan ketinggian 25 kaki. Kepalanya terbentur dinding bata yang membuat tengkorak, tulang pipi dan soket matanya hancur.

Kecelakaan itu terjadi saat ia mencoba memanjat rumahnya sendiri setelah terkunci di luar rumah. Naasnya, ia malah terjatuh dan membuatnya koma selama 10 hari. Tim dokter terpaksa harus mengangkat sebagian dari tengkorak kanan kepala untuk meredakan pembekakan dan pendarahan pada otaknya.

Menggunakan teknologi komputer, tim dokter kemudian membentuk sebuah desain pelat titanium untuk memperbaiki tengkorak Barter. Titanium yang sudah didesain dimasukkan melalui pipinya untuk meminimalkan jaringan parut.

Dokter kemudian menyuntikkan lemak dari perut ke dahinya untuk menyelesaikan proses pembentukan kembali. Setelah proses tersebut dilakukan kepala Barter kembali kebentuk normal.

Namun, ia kini telah sembuh total setelah pengobatan perintis yang dilakukan oleh Robert Bentley, ahli bedah cranio-oral dan rahang atas dari London’s King’s College Hospital. Bahkan Barter kini sudah bisa beraktivitas dengan normal dan panjat tebing.

“Hidup saya berhenti untuk beberapa bulan. Saya tidak bisa bekerja dan memiliki penglihatan ganda. Saya takut kehilangan penglihatan dan tidak akan pernah kembali normal,” ujar Tim Barter, seperti dilansir Telegraph, Rabu (29/2/2012).

Comment di sini