Batik Tak Dianggap Sebagai Karya Seni di Jerman

by
March 5th, 2012 at 4:03 am

Di Indonesia, batik dikenal sebagai kerajinan tangan sekaligus karya seni yang melegenda dan asli dari Tanah Air. Tapi lain halnya di kalangan masyarakat Eropa khususnya Jerman, sampai saat ini mereka masih belum mengakui batik sebagai karya seni.

“Hingga sekarang, ‘fibre art’ seperti batik belum diakui sebagai karya seni. Pemerintah Jerman menggolongkannya pada kerajinan tangan, itu sebabnya saya tidak punyai galeri di Berlin, saya hanya punya ‘show room’ di studio saya sebagai ruang pameran,” kata seorang seniman batik asal Berlin, Joachim Blank.

Meski demikian, Joachim Blank mengatakan bahwa batik memiliki makna ekpresif dan eksploratif. Dia mengaku bisa menemukan kebebasan berekspresi dalam mengeksplorasi batik. Inilah yang membuat karya seni batik berbeda dari karya seni lainnya.

“Ada banyak kemungkinan untuk berekspresi dalam batik, oleh karena itu saya memilih untuk menekuni seni batik sejak pertama kali saya mengenalnya pada awal tahun 80an dulu,” kata Blank di Jakarta.

pria berusia 60 tahun tersebut menjelaskan bahwa dia dapat melakukan teknik-teknik luar biasa dalam “fibre art” atau seni serat dengan cara membatik. Tidak hanya terbatas oleh corak yang dibuat dari tangan saja tapi jiga corak alami yang terbentuk pada suatu benda.

“Saya selalu menggunakan teknik alami dalam membatik misalnya dengan mengecapkan kayu yang saya temukan di pinggir pantai, lalu setelah jadi, saya sedikit membakar material kain sehingga membetuk pola artistik,” kata pria lulusan Art Academy di Stuttgart yang mengajar di Universitas Mainz tersebut.

“Dalam membatik, yang perlu diperhatikan adalah bahan media membatik, bahan-bahan seperti katun hingga sutra tenun memiliki struktur yang berbeda sehingga menimbulkan kesan mengkilap atau kusam, struktur kasar atau halus adalah ekspresi dari karakter dalam lukisan batik,” kata dia.

Blank berharap kesenian batik ini bisa berkembang baik di Indonesia. “Saya harap kedepannya, generasi muda Indonesia dapat mengapresiasi batik yang merupakan warisan hidup bangsanya.”

Saat ini, karya-karya Joachim dipamerkan dalam pameran Batik Indonesia “Warisan yang hidup” yang digelar di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat selama dua belas hari, mulai 25 Januari hingga 6 Februari 2012.

Comment di sini