CiriCara: Cara Atasi Kemarahan Anak

by
March 5th, 2012 at 1:50 am

Sebelumnya marak kasus anak yang kabur dari rumah orangtuanya tanpa sebab yang jelas. Bisa saja perlakuan orangtua yang salah terhadap anak menjadi penyebabnya. Itu artinya, jika kemarahan anak tidak bisa diatasi dengan baik, bisa saja membuat anak memilih kabur dari rumah.

Tentunya Anda sebagai orangtua tidak ingin anak Anda pergi atau kabur dari rumah tanpa memberi kabar. Nah agar hal ini tidak terjadi, pelajarilah cara atasi kemarahan anak yang benar. Langsung saja simak baik-baik cara berikut ini:

1. Ajari Anak Cara Mengendalikan Rasa Marah.
Emosi pada anak masih sangat labil dan bisa “meledak” kapan saja. Orangtua diharuskan bisa membimbing anaknya untuk belajar mengendalikan emosinya tersebut. Beritahukan mereka secara lembut dan realisasikan dengan sikap saat sedang marah. Atau ajari dia cara menuangkan amarah dalam sebuah tulisan. Tetaplah awasi perkembangan emosi pada anak Anda.

2. Jangan Ikut Marah.
Tergadang orangtua ikut marah saat anaknya mulai merengek atau menangis. Padahal hal ini justru akan membuat anak menjadi semakin marah, bahkan jadi pemarah. Meski Anda terkadang merasa kesal dengan tingkah si anak, cobalah untuk tetap menahan amarah Anda. Tunjukan pada anak kalau marah itu boleh, tapi sewajarnya saja. Ingat, anak akan melihat dan meniru perilaku orangtuanya. Jadi, berusahalah untuk jadi contoh yang baik untuk anak Anda.

3. Bicara.
Diam saja saat anak marah tidak akan membuat kemarahan anak mereda. Cobalah untuk melakukan pendekatan terhadap anak. Bicarakanlah dengannya apa yang membuatnya marah. Dengarkan keluhan anak dan berikan solusi sambil memberinya pengertian. Misalnya, dia marah karena tidak dibelikan suatu barang, Anda bisa berbicara padanya kalau Anda belum punya uang. Atau bisa juga katakan padanya barang tersebut tidak baik untuknya. Ini jauh lebih baik daripada Anda diam saja. :)

4. Jangan gunakan kekerasan.
Rasa kesal pasti akan muncul saat menghadapi anak yang marah dan susah diatur. Tapi sebaiknya jangan pernah gunakan kekerasan untuk mengatasinya. Selain bisa menimbulkan trauma, ini juga bisa berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Utamakan komunikasi dan pendekatan secara emosional. Tunjukan kalau Anda benar-benar menyayanginya sepenuh hati. :)

5. Cegah kemarahan anak.
Anak yang marah itu memang wajar. Tapi, sebelum semua itu terjadi lebih baik Anda lakukan pencegahan secepatnya. Caranya, didik anak Anda dengan baik. Jangan manjakan anak Anda, cobalah untuk mendidiknya menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Mulailah menyuruh anak Anda untuk membereskan kamar tidur atau mainannya setelah selesai digunakan. Cara ini mengajarkan anak untuk bertanggung jawab, dijamin dia juga akan lebih bisa mengendalikan emosinya.

Yang terpenting dari semua itu adalah hubungan orangtua dan anak. Jika hubungan itu berjalan dengan baik, maka emosi anak akan lebih mudah diatur. Berilah dia kasih sayang dan didik anak Anda dengan baik. ;)

Comment di sini