Inilah Fraksi DPR yang Mendukung Kenaikan Harga BBM

by
March 16th, 2012 at 1:56 am

Rencananya pemerintah akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan April mendatang. Opsi naiknya harga BBM ini tentunya diwarnai pro dan kontra baik dari masyarakat ataupun di parlemen. Sejumlah fraksi di DPR memberikan dukungan atas kenaikan harga BBM. Fraksi mana sajakah itu?

Di internal partai koalisi pemerintah sebagian besar Fraksi menyetujui opsi menaikan harga BBM per April mendatang. Fraksi-fraksi tersebut yakni, Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi Partai Golkar (FPG), Fraksi PAN, Fraksi PPP, dan Fraksi PKB.

FPD yakin jika opsi kenaikan harga BBM tersebut justru pilihan yang dikehendaki publik. “Masyarakat sudah banyak menginginkan BBM bisa dinaikkan harganya. Sebab kalau tidak dinaikkan, beban APBN besar sehingga biaya pembangunan insfrastruktur berkurang,” ujar Ketua FPD Jafar Hafsah.

Senada, Wakil Ketua DPR dari FPG Priyo Budi Santoso menilai, pemerintah tampaknya sudah di posisi bulat untuk menaikkan BBM. Dalam bahasa lain, kenaikan BBM ini untuk mengurangi triliunan rupiah dana subsidi untuk dialokasikan di pos lain.

“DPR bisa memahami karena keputusan mengurangi subsidi adalah keputusan yang tak terhindarkan, mengingat situasi harga minyak dunia,” ujar Priyo.

Dia meyakini internal koalisi juga akan sepakat untuk mendukung pilihan pemerintah menaikkan harga BBM. “Kalau pemerintah menaikkan, kami membantu menjelaskan ke depan publik seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PPP, Arwani Thomafi juga mendorong agar pemerintah segera mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM tersebut. Menurutnya penundaan keputusan hanya akan merugikan masyarakat. “Keputusan berlarut-larut justru akan merugikan rakyat,” ujar Arwani.

“Pemerintah harus berani mengambil kebijakan tidak populis,” tandas Arwani. Dia juga menyindir kebijakan untuk menurunkan harga BBM yang terjadi pada 2008-2009. Menurutnya, kebijakan menurunkan harga BBM itu hanya untuk pencitraan politik menjelang pemilu saja.

Sementara partai koalisi pemerintah yang secara tegas menolak rencana kenaikan BBM itu adalah Fraksi PKS. Sekretaris Jenderal DPP PKS, Anis Matta menyatakan, sejak dua tahun lalu, Fraksi PKS telah menegaskan untuk menolak opsi tersebut.

“Sampai sekarang Fraksi PKS bertahan pada penolakan kenaikan harga BBM,” ujarnya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Selain PKS, fraksi-fraksi di luar koalisi pemerintah kompak menolak opsi kenaikan tersebut. Fraksi PDIP, Fraksi Partai Gerindra, maupun Fraksi Partai Hanura menilai kebijakan menaikkan harga BBM tidak tepat.

Meski kenaikan harga BBM ini akan dibarengi dengan pemberian sejumlah kompensasi pada masyarakat, opsi ini masih dianggap tidak efektif. Selain pro kontra di parlemen, sejumlah Ormas dan mahasiswa juga melakukan sejumlah aksi demonstrasi untuk menolak kebijakan tersebut.

Namun, hingga saat ini pemerintah masih tegas pada keputusannya untuk menaikkan harga BBM pada April mendatang. Apakah kenaikkan harga BBM ini bisa menjadi solusi yang pro rakyat? Kita lihat saja nanti.! :)

Comment di sini