Waspada Tomcat, Waspada Juga Pada “Flu Singapura”

by
March 24th, 2012 at 2:00 pm

Berita tentang wabah Tomcat yang tiap hari muncul di media selama seminggu terakhir ini seakan telah merebut perhatian masyarakat sehingga hal-hal lain yang juga penting seperti rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL) tenggelam begitu saja.

Serangan Tomcat yang dimulai di kota Surabaya sebelum menyebar bahkan hingga ke Jakarta (cek Wilayah Indonesia yang Terkena Wabah Tomcat) juga menenggelamkan isu penting terkait kesehatan lainnya, yaitu Flu Singapura.

Apa itu Flu Singapura? Flu Singapura adalah penyakit yang menyerang tangan, kaki, dan mulut manusia. Dunia kedoketeran mengenalnya sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Penyakit ini mendapat nama Flu Singapura di Indonesia karena wabahnya yang begitu parah di Negeri Singa tersebut dibawa masuk oleh mereka yang datang ke Indonesia sehabis bepergian di negera tetangga itu.

Pada akhir bulan lalu, sebanyak lebih dari 825 anak terkena Flu Singapura dalam satu minggu. Seminggu sebelumnya, “hanya” ada 780 kasus infeksi yang masuk ke data departemen kesehatan di sana.

Pada 2008-2009 yang lalu, kasus Flu Singapura cukup menyita perhatian pemerintah. Awal tahun ini, Flu Singapura diberitakan telah masuk lagi ke wilayah Indonesia, khususnya Jabodetabek.

Pada pertengahan bulan Maret 2012, sejumlah anak di wilayah Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Sukma Jaya, Depok terkena infeksi Flu Singapura dan dirawat di Puskesmas setempat. Sebelumnya, pada bulan Februari sebanyak 11 anak diperiksa di klinik kesehatan dan rumah sakit di wilayah Depok karena penyakit yang sama. Namun, belum ada korban yang dilaporkan meninggal akibat Flu Singapura.

Virus Flu Singapura tahun ini amat aneh karena biasanya virus menyebar pada masa liburan sekolah sekitar bulan Maret hingga Mei dan Agustus hingga Oktober, bukan pada awal-awal tahun.

Balita dan anak-anak rentan terhadap virus Flu Singapura karena daya tahan tubuh yang kurang kuat. Saat iki ketika cuaca tidak menentu, kadang panas kadang hujan, orang dewasa pun juga patut waspada.

Gejala terkena virus Flu Singapura batuk-batuk dan bersin-bersin disertai suhu tubuh yang tiba-tiba naik antara 38 dan 40 derajat celcius. Seperti racun Tomcat, kulit orang yang terinfeksi virus Flu Singapura juga akan mengalami luka. Pada kulit di sekitar tangan, kaki, dan mulut penderita akan muncul bintik-bintik merah dan gelembung-gelembung yang berisi cairan.

Orang yang terinfeksi juga akan kehilangan nafsu makan dan mengalami demam selama 2-3 hari. Pencegahan penyakit yang disebabkan oleh virus EV71 ini bisa dilakukan dengan membiasakan selalu mencuci tangan sebelum makan. Penyakit Flu Singapura ditularkan melalu kontak langsung dengan si penderita, jadi apabila Anda atau saudara Anda terkena virus ini disarankan untuk tetap berada di rumah selama perawatan agar virus tidak merebak di masyarakat.

Comment di sini