Polisi dan TNI di Medan Boleh Tembak Pendemo BBM yang Dianggap Rusuh

by
March 26th, 2012 at 2:45 pm

Pada 26-27 Maret 2012, massa penolak rencana kenaikan harga BBM diberitakan akan bergerak ke titik-titik vital di sejumlah kota di Indonesia untuk meneriakkan suara mereka.

Selain di ibukota Jakarta, jumlah massa yang besar yang terdiri dari mahasiswa, buruh, dan simpatisan lain juga melakukan aksi demo di ibukota provinsi Sumatra Utara, Medan.

Khusus untuk penanganan demo di Medan, Kapolda Sumut Irjen Wisnju Amat Sastro telah mengonfirmasi bahwa anggotanya diperbolehkan untuk menembak pendemo yang dianggap sebagai provokator dan mengganggu ketertiban. Selain anggota kepolisian, anggota TNI yang juga turut dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan juga diberikan mandat yang sama.

Namun, Irjen Amat Sastro menegaskan bahwa peluru yang boleh ditembakkan bukanlah peluru tajam, melainkan peluru karet atau peluru kosong. Bagian tubuh yang diperbolehkan untuk ditembak adalah pinggang ke bawah sehingga luka tidak akan mematikan.

Kasdam I Bukit Barisan, Brigjen TNI I Gede Sumertha, mendukung kebijakan untuk pengamanan aksi demo besar-besaran menentang kenaikan harga BBM ini.
Kira-kira 10-15 ribu orang diprediksi bakal turun ke jalan-jalan di Medan pada hari ini hingga besok. Orang-orang tersebut tergabung dalam Kongres Rakyat Sumatra Utara yang terdiri dari 65 ormas.

Sebelumnya, pelaksana tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengundang BEM se-Medan untuk datang ke Rumah Dinas Gubernur. Kabarnya undangan ini dimanfaatkan untuk “menjinakkan” para pengurus BEM yang juga akan ikut berdemo.

Namun, pihak pemerintah propinsi mengungkapkan pertemuan itu hanya merupakan salah satu cara untuk menampung aspirasi dari para mahasiswa secara langsung.

Di tempat lain, pada Minggu (26/3) kemarin rumah politikus dari PDIP, Rieke Dyah Pitaloka dilempari bangkai anjing. Aksi ini diduga disebabkan oleh inisiatif Rieke menyebarkan informasi tentang anggaran APBN yang aman-aman saja walau harga BBM tak naik lewat Blackberry broadcast message sebelumnya.

Comment di sini