Panglima TNI: Tukang Bakso Masih Jualan, Artinya Negara Masih Aman

by
March 27th, 2012 at 9:37 am

Aksi demo besar-besaran terkait penolakan kenaikan harga BBM dari Rp. 4.500 menjadi Rp 6.000 dimulai Selasa pagi (27/3) ini.

Di Jakarta, sejumlah ruas jalan yang akan menjadi pusat konsentrasi massa telah diamankan oleh pihak berwajib. Arus lalu lintas yang diperkirakan bakal macet telah dialihkan. Sejumlah SPBU juga sudah dijaga oleh aparat.

Berbeda dengan aksi demo biasa, demo menolak harga baru BBM ini melibatkan aparat TNI sebagai penjaga ketertiban yang membantu tugas para polisi. Meskipun mendapat kritikan keras dari sana sini karena tidak seharusnya TNI diturunkan, para petinggi TNI tetap bergeming.

Di Medan, bahkan petugas kepolisian dan aparat TNI diperbolehkan menembak demonstran yang dianggap melakukan aksi rusuh sewaktu berunjuk rasa.

Anggota TNI biasanya turun tangan ketika negara menghadapi keadaan darurat seperti serangan dari negara lain yang mengancam kedaulatan. Namun ketika Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono ditanyai apakah aksi demo besar-besaran pada hari ini mengancam kondisi negara, ia berkata tidak.

“Nggak, nggak ada keadaan darurat,” kata Agus seperti dikutip dari Tempo (26/3).

Bahkan ia memberi bukti bahwa negara masih aman dengan mengatakan bahwa penjual bakso masih tetap berjualan.

“Loh, itu jualan tetap ada, kok. Itu bakso tetap jalan,” ujarnya.

Hari ini situasi di sejumlah kota semakin menghangat terkait aksi unjuk rasa besar-besaran menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Meskipun sebagian besar masyarakat menolak, pemerintah yang didukung oleh Partai Demokrat, Golkar, PKS, PAN, PPP, dan PKB yang tergabung dalam fraksi koalisi tetap ngotot akan menaikkan harga per 1 April.

Untuk mencegah kerusuhan, puluhan ribu anggota Polri dan TNI akan dikerahkan. Bahkan di Jakarta puluhan polwan cantik juga disiagakan untuk melakukan pendekatan persuasif terhadap para pendemo.

Comment di sini