Demo BBM: Polisi Brutal Karena Terpengaruh Narkoba?

by
March 28th, 2012 at 9:43 am

Aksi bentrok antara polisi dan demonstran yang terjadi di beberapa daerah ketika berlangsung unjuk rasa menolak harga BBM Selasa (27/3) kemarin membuat Adhie Massardi berasumsi bahwa pihak kepolisian menggunakan narkoba sebelum mengamankan aksi demo.

Ketua Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini seperti dikutip dari okezone, mengungkapkan kecurigaannya setelah melihat tindakan brutal aparat yang menghajar sejumlah demonstran habis-habisan. Bahkan para wartawan yang meliput aksi demo pun tak luput dari pentungan, pukulan, dan tendangan para pengayom masyarakat tersebut.

Adhie member masukan kepada Polri untuk melakukan tes narkoba terhadap para polisi yang bertindak represif selama aksi demo BBM berlangsung. Ia menilai penanganan polisi dalam aksi demo Gambir tidak tepat karena sebenarnya para demonstran hanya ingin melakukan long march dari Istana Negara ke Gambir.

Ia melihat aparat sengaja menciptakan kondisi rusuh agar tercipta alasan bagi mereka untuk menangkapi para demonstran yang dianggap rusuh.

Adhie juga menilai tindakan represif aparat tidak akan efektif karena sejarah perlawanan mahasiswa di Indonesia mengatakan tindakan kasar dank eras tidak bisa membuat semangat perjuangan mereka surut.

“Perlawanan makin keras tidak akan membuat mahasiswa kapok, solidaritas semakin kuat,” ungkapnya.

Seperti diberitakan oleh berbagai media massa, terjadi kericuhan pada beberapa aksi demo menolak kenaikan harga BBM kemarin. Selain para demonstran, wartawan juga menjadi sasaran kemarahan aparat kepolisian. Kaset wartawan Global TV dan TV One dikabarkan direbut paksa oleh brimob yang bertugas.

Adhie mengatakan perebutan kaset itu merupakan bukti bahwa komandan di lapangan tak mampu mengatur anggotanya yang bertugas.

Berdasarkan data dari Humas Polri, dari Januari hingga Maret 2012 ini sudah ada 45 petugas polisi yang terjerat kasus narkoba. Sebagian besar petugas adalah para polisi muda.

Comment di sini