Demo BBM: Polisi Coba Rampas Kamera Wartawan (Video)

by
March 28th, 2012 at 12:05 pm

Sejumlah aksi demonstrasi menentang kenaikan harga BBM yang terjadi pada Selasa (27/3) berakhir dengan bentrok antara demonstran dan aparat kepolisian. Namun, dalam aksinya menertibkan demonstrasi petugas polisi tidak hanya mengamankan demonstran, tetapi juga kamera wartawan.

Setidaknya ada 3 wartawan yang menjadi korban pemukulan dan percobaan perampasan kamera, yaitu wartawan TV One, Global TV dan koran Lampu Hijau.

Rilis Budi Setiawan, juru kamera dari Global TV, mengatakan aparat kepolisian memukulnya ketika sedang mengambil gambar aksi demo BBM di sekitar stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Ia tak ingat berapa jumlah polisi yang memukulinya karena ia langsung lari guna menyelamatkan kameranya.

Adi Hartanto, wartawan TV One juga dianiaya petugas kepolisian ketika tengah meliput berlangsungnya aksi di tempat yang sama. Adi mengaku didorong oleh aparat bertameng hingga terjerembab. Kamera yang ia bawa pun dirampas oleh polisi bertameng itu. Adi tak tahu siapa nama perampas kameranya karena polisi tersebut menggunakan tameng sebagai pelindung.

Ketika Adi berusaha mendapatkan kembali kasetnya, polisi malah menggertaknya: “Kalian wartawan, liput terus, liput terus!”

Kemudian di samping Gereja Immanuel, Rizki Sulistyo dari koran Lampu Hijau mengaku dipukul oleh seorang petugas kepolisian ketika sedang mengambil gambar. Ia mengatakan polisi itu berteriak-teriak di depannya sambil berusaha merebut kameranya.

Rizki mengaku sempat dijambak dan ditendang hingga terjatuh sebelum akhirnya berhasil lari menyelamatkan diri dari amukan polisi.

Pihak kepolisian meminta kepada para wartawan yang menjadi korban penganiayaan untuk segera melapor ke Polda Metro. Para wartawan sendiri sudah mengadukan masalah ini ke Dewan Pers.

Aksi polisi dalam mengamankan demon BBM di sejumlah daerah kemarin memang tengah mendapat sorotan dari masyarakat. Tindakan represif aparat dianggap melanggar ketentuan dan aksi mereka merampas kamera wartawan dilihat sebagai sebuah bentuk pelanggaran kebebasan pers.

Comment di sini