Dahlan: Kalau Obama Dan Ahmadinejad Cipika-cipiki, Harga BBM Tak Akan Naik

by

Pemerintah Presiden SBY berencana untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) karena harga minyak dunia sudah naik. Jika harga BBM dalam negeri tidak dinaikan pemerintah khawatir pengeluaran dana APBN akan membengkak. Lalu sebenarnya apa yang menjadi penyebab harga minyak dunia naik?

Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, pertentangan dua pemimpin negara yaitu Presiden AS Barack Obama dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad lah yang menjadi penyebabnya.

“Gara-gara dua orang bertengkar, BBM jadi naik. Coba kalau dua orang itu cipika-cipiki, cium pipi kanan dan kiri. Pasti akan lain,” kata Dahlan Iskan dalam acara talkshow bertema Pemimpin Muda, belajar Merawat Indonesia di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, seperti yang dikutip dari finance.detik.com, Kamis (29/3/2012).

Dahlan mengatakan dirinya tidak akan membayangkan hanya hari ini saja tapi juga di masa depan. Karena efek kenaikan harga BBM ini tidak hanya terjadi untuk hari ini saja tapi juga untuk di masa yang akan datang. “What’s next, tidak hari ini saja,” katanya.

Menurut Dahlan, pemerintah dalam posisi sulit, sebab dana alokasi subsidi BBM tahun 2012 hanya dialokasikan sebesar Rp 130 triliun. Jika tidak naik diperkirakan anggaran Rp 130 triliun itu akan habis pada bulan Agustus 2012, karena harga minyak dunia yang naik.

“Yang akan terjadi setelah itu adalah pembatasan BBM besar-besaran,” kata Dahlan.

Dia mengatakan siapapun pemimpinnya saat ini, harus dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama tidak enak. Jika harga BBM naik, rakyat menjerit tapi jika harga BBM tidak naik besar kemungkinan akan terjadi pembatasan BBM besar-besaran.

“Jadi sekarang ini boleh tidak naik tapi bulan Agustus nanti akan ada pembatasan BBM besar-besaran atau pilih naik tapi tidak ada pembatasan,” katanya.

Menurut dari hasil percakapannya selama berpergian di beberapa pulau-pulau di luar Pula Jawa dengan para pengusaha angkutan, terungkap mereka lebih memilih harga BBM dinaikkan namun tidak terjadi antrean BBM selama berhari-hari dan panjang.

“Kalau terjadi antrean, bahaya chaos-nya lebih besar,” tutup Dahlan.

Bagaimana, apakah kamu setuju dengan pandangan dari Dahlan Iskan ini? :)


comments powered by Disqus

Leave a Reply