Demo BBM 29 Maret 2012: TNI Ngaku Hanya Jaga Alat Vital Negara

by
March 29th, 2012 at 11:25 am
Ribuan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah disiagakan untuk mengawal demo penolakkan kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis (29/3/2012) ini. Mereka ditugaskan untuk menjaga alat-alat vital negara.

Berbagai pihak menilai disiagakannya TNI sebenarnya bisa menciptakan suasana yang tidak enak di kalangan pendemo. Hal ini bisa saja memicu emosi para pendemo untuk berbuat anarkis. Namun, pihak TNI berdalih hanya akan menjaga beberapa lokasi dan tidak kontak langsung dengan para pendemo.

“Kehadiran TNI untuk menjaga alat-alat vital negara, dan tidak ingin sesuatu yang merugikan untuk kepentingan umum terjadi. Apa yang terbaik bagi masyarakat, terbaik bagi TNI,” ucap Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, di Jakarta, seperti yang dikutip dari centroone.com, Kamis (29/3/2012)

Iskandar menegaskan, tugas personel TNI hanya akan menjaga keamanan di Istana Negara serta Gedung DPR/MPR dan tidak akan terlibat dengan barikade polisi. “TNI hanya menjaga alat-alat vital negara,” tambahnya.

Iskandar menjelaskan alat-alat vital yang dimaksud adalah Istana Negara, Gedung DPR/MPR, Bandara Soekarno Hatta, dan tempat-tempat penting lainnya. Karena tempat-tempat tersebut adalah aset negara dan merupakan fasilitas publik yang harus dilindungi.

Iskandar mengungkapkan, kehadiran TNI dalam mengawal demo tolak kenaikkan harga BBM memang mendapat sejumlah penolakan dari berbagai kalangan. Namun menurutnya ada juga pihak yang menyetujui kehadiran TNI dan bahkan melah mendukung dalam mengamankan demo BBM tersebut.

“Kita sudah berubah, semua TNI bekerja untuk negara ini. Kita tidak inginkan terjadi yang buruk. Kami lihat hanya segelintir saja yang menolak kehadiran TNI dalam pengamanan BBM, ada yang takut dan ada yang senang,” ujarnya.

Kehadiran TNI dalam demo, lanjut Iskandar, tentunya sudah sesuai dengan Pasal 7 ayat 2 UU No 34/2004 tentang TNI. Dimana dalam undang-undang tersebut TNI boleh diturunkan jika memang dibutuhkan.

Sebagai masyarakat biasa, tentu kita berharap agar kehadiran personel TNI ini tidak semakin memperburuk suasana. Semoga TNI bisa bersahabat dengan para pendemo agar tidak perlu adanya kekerasan karena bentrok. Utamakan pembicaraan jangan pakai tindakan. Ok..! ;)

Comment di sini