Demo BBM Hari Ini: Polri Akan Terapkan Protap Tembak di Tempat Jika Pendemo ‘Serbu’ SBY di Halim

by
March 29th, 2012 at 2:55 pm

Sempat beredar kabar kalau para pendemo yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan menyerbu Presiden SBY di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Jika benar, Polri tidak akan segan-segan menegakkan hukum, termasuk tembak di tempat.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan pihaknya tidak akan ragu untuk menerapkan protap nomor 1, yakni tembak di tempat. Hal ini berlaku jika para pendemo berlaku anarkis atau membahayakan keamanan Presiden SBY.

“Sekali lagi kita tegas mulai dari pendekatan persuasif sampai penegakan hulum (termasuk protat tembak di tempat),” kata Timur usai acara penandatanganan MoU optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi bersama Kejagung, Polri, dan KPK di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2012).

Timur mengatakan, penggunaan protap akan disesuaikan dengan aksi para pendemo. Jika aksi berlangsung tertib tanpa adanya tindakan brutal dan anarkis, maka pihak polisi akan mengakomodir aksi tersebut.

“Demo sesuai ketentuan yaitu yang memberitahu dan tidak anarkis, itu yang kita akomodir,” kata Timur.

Dari hasil evaluasi, lanjut Timur, selama aksi demo dari dua hari terakhir kemarin pihaknya akan melakukan pembedaan tindakan pada setiap aksi demo. Jika pendemo tidak menyalahi aturan, pihaknya akan kooperatif dengan para demonstran. Namun untuk yang tidak mengikuti aturan pihaknya akan melakukan pendekatan sampai penegakan hukum (pemberian hukuman) secara bertahap.

Timur menegaskan kesiapan jajarannya dalam menjalankan tugas untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Indonesia. “Polri siap mengamankan unjuk rasa berkaitan kenaikan harga BBM. Pokoknya siap,” tegas Timur.

Sementara itu, sejumlah aksi demonstrasi tolak kenikan harga BBM terus terjadi di beberapa titik di Jakarta. Ribuan massa pendemo terus berorasi menolak kenaikan harga BBM yang rencananya mulai di terapkan pada April mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, ribuan massa itu turun kejalan dan berencana akan memblokir jalan tol di sekitar Jakarta. Tentunya ini akan berakibat kemacetan total di beberapa kota penyangga Jakarta seperti Bekasi.

Akankah aspirasi masyarakat ini didengar oleh para pemimpin kita? Lihat saja nanti… :)

Comment di sini