Banjir Jakarta Juga Terjang Kawasan Perumahan Elite

by
April 4th, 2012 at 4:13 pm

Tak hanya di kawasan perkampungan padat penduduk, banjir Jakarta di awal bulan April 2012 ini juga menerjang sejumlah kawasan elite seperti Green Garden.

Seperti dikutip dari Kompas (4/4), banjir di kawasan Green Garden, Jakarta Barat mencapai 40 sentimeter pada tengah malam sampai dini hari tadi.

Banyak motor yang mogok tak bisa menyala setelah mesinnya terendam air setinggi betis orang dewasa. Kebanyakan dari mereka memilih untuk menuntun motor dalam keadaan mati ketimbang mengambil resiko mogok di tengah jalan karena dipaksakan dinaiki dalam keadaan mesin hidup.

Beberapa mobil juga tak mau ambil resiko melewati genangan. Para pengendaranya memilih untuk mencari jalan lain namun tak sedikit juga mobil yang dipaksakan melintas dengan perlahan-lahan.

Mereka yang berjalan kaki pun harus menanggung resiko basah karena jalan terdekat yang bisa dilewati tinggal jalan yang tergenang banjir tersebut. Sebanyak 3 petugas kepolisian berada di lokasi banjir untuk mengatur lalu lintas yang semrawut akibat banjir dan gelapnya lokasi.

Banjir yang terjadi di kawasan Green Garden datang dari saluran Mookervart yang meluap. Sejumlah rumah mewah dan ruko terendam banjir akibat hujan deras yang melanda sepanjang siang tersebut.

Kawasan elite di wilayah Jabodetabek lain yang terkena banjir adalah komplek perumahan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan. Warga yang mendiami rumah-rumah mewah di Sutera Onyx dan Griya Sutera harus menghadapi banjir yang mencapai dada orang dewasa di sejumlah blok seperti di Blok GS 8 dan 9 komplek Griya Sutera.

Hujan lebat yang turun dari sore hari merepotkan warga yang segera bersiap-siap mengamankan barang-barang di dalam rumah karena air banjir naik dengan amat cepat.

Akibat banjir di Alam Sutera, terjadi kemacetan yang cukup panjang di pintu keluar tol Alam Sutera. Sejumlah warga di perumahan Villa Melati Mas dan Villa Mutiara Serpong juga harus menghadapi banjir yang sama. Banjir di Jalan Sutera Utama juga mengganggu aktivitas pengguna jalan di sekitar pusat perbelanjaan Living World.

Comment di sini