Daftar Wilayah Rawan Aksi Geng Motor

by
April 10th, 2012 at 3:55 pm

Belakangan ini, aksi geng motor di sejumlah daerah kian meresahkan masyarakat khususnya yang ada di kota-kota besar seperti Jakarta. Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ada beberapa jalan yang rawan aksi geng motor.

Aksi geng motor di malam hari sering membuat sejumlah warga merasa terganggu. Apalagi aksi balap liar disejumlah jalan juga sering digelar oleh anggota geng motor. Tak jarang aksi kekerasan juga dilakukan oleh segerombolan anggota geng motor ini.

Menurut Bagian Pembinaan dan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Budiyanto, sebagian besar wilayah di Jakarta sering dijadikan lokasi balap motor. Banyak geng motor yang sering beraksi disejumlah jalanan Jakarta di malam hari.

Biasanya, geng motor paling ramai beraksi pada akhir pekan seperti malam Sabtu atau Minggu. Hal ini dikarenakan sebagian besar anggota dari geng motor tersebut adalah pelajar yang duduk di bangku SMA dan SMP.

Berikut daftar wilayah rawan aksi geng motor di Jakarta:

1. Kawasan Jalan Benyamin Sueb-Kemayoran, Jakarta Pusat.
2. Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.
3. Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.
4. Jalan KH Mas Mansyur, jakarta Pusat.
5. Kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara.
6. Jalan Raya Panjang, Jakarta Barat.
7. Cengkareng, Jakarta Barat.
8. Kawasan Taman Mini, Jakarta Timur.
9. Duren Sawit, Jakarta Timur.
10. Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan (Paling rawan)

Bagi Anda yang sering melewati wilayah-wilayah tersebut harap berhati-hati khususnya saat malam hari. Karena sebelumnya salah satu kelompok motor mengamuk dan menggeroyok seorang pengendara motor di Jalan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (7/4/2012) dinihari lalu.

Agar tidak terjadi hal yang serupa, Budiyanti mengatakan pihaknya akan mengerahkan sejumlah personil untuk melakukan operasi. Setiap akhir pekan malam, kepolisian akan meningkatkan patroli di lokasi tersebut.

Anggota yang dikerahkan saat ini sebanyak 20 personel. Pihak kepolisian akan menambah jumlah personel jika aksi geng motor ini semakin brutal. “Jika memang terbilang rawan maka jumlahnya ditambah. Tetapi apabila memang masih terkendali maka personelnya juga tida terlalu banyak,” kata Budiyanto.

Untuk mengatasi geng motor yang mayoritas masih pelajar, pihak kepolisian hanya memberlakukan cara persuasif serta edukatif. Bila dua cara ini tidak digubris maka akan ditilang.

Comment di sini