Tentara AS Akan Pakai Helm Telepati Untuk Perang

by
April 10th, 2012 at 8:44 am

Tentara Amerika Serikat (AS) rencananya akan dibekali kemampuan khusus untuk berperang. Kemampuan khusus tersebut adalah telepati atau kemampuan membaca pikiran. Kemampuan ini dirasa akan sangat membantu dalam menyukseskan perang.

Meski terdengarnya agak aneh, keputusan itu telah dipandang serius oleh Pentagon demi memenangkan perang. Pentagon telah mengeluarkan jutaan dolar bagi penelitian telepati ini. Terutama untuk membuat pasukan AS membaca pikiran musuh dan melakukan komunikasi telepati dengan sesama pasukan AS di medan perang.

Menurut seorang tentara yang sedang melakukan uji coba mengatakan, ia merasa ada banyak manfaat penggunaan teknologi telepati ini pada perang di masa datang. “Pada tahap awal kita diujicoba dengan berperang melalui video game dan menembak dengan senjata plastik,” kata tentara yang tidak disebutkan namanya, seperti yang dilansir dailymail.co.uk, Senin (9/4).

Teknologi ini akan menggunakan sebuah elektroda yang dipasang dalam sebuah helm yang mengambil kode kata-kata dari pikiran para tentara. Kode kata-kata dari pasukan itu kemudian dikirim ke komputer, untuk mengindikasi pesan dan posisi. Kemudian pesan yang sudah terbaca itu akan disampaikan kepada pasukan melalui helm telepati tersebut.

Basis penelitian telepati ini berada di bawah Defense Advanced Research Project Agency (DARPA). Lembaga riset militer ini didedikasikan untuk memperluas penggunaan terknologi rahasia di militer AS.

Proyek ini juga melibatkan kerjasama dengan Universitas California-Irvine. Pada laboratorium yang berada di Philadelphia dan Maryland, para ilmuwan dari universitas tersebut mengkonfirmasi, 45 persen dari perintah bantuan panggilan helikopter melalui ‘telepati sintetis’ sudah benar.

Semantara itu, aktivis hak sipil dan anti perang mengaku kurang setuju dengan proyek telepati militer ini. Mereka menilai penggunaan telepati ini akan memperbesar kemungkinan pelanggaran hak sipil jika teknologi ini disalahgunakan. Saat ini para ilmuwan baru berfokus pada penerapan berbahasa kode pendek, bukan individu yang dapat membaca pikiran pribadi dan berbagai rahasia militer.

Wah, kalau di Indonesia bukan pake helm telepatinya tapi pakai dukun atau pesulap. Bakalan heboh nih kalau pesulap atau dukun direkrut untuk bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau aparat militer lain di Indonesia. :D

Comment di sini