Kontroversi “Bang Maman dan Istri Simpanan”

by
April 13th, 2012 at 11:34 am

Dunia pendidikan di Indonesia khsusunya di Jakarta kembali dihebohkan dengan munculnya lembar kerja siswa (LKS) yang memuat materi tentang “istri simpanan”. Parahnya, buku tersebut sudah beredar di sejumlah sekolah dasar (SD) di Jakarta. Pantaskah buku tersebut di ajarkan ke anak SD?

Menurut pemerhati pendidikan anak, Seto Mulyadi mengatakan, LKS tersebut lebih mengangkat pesan negatifnya daripada nilai positifnya. Ia juga meminta pihak sekolah dan penerbit harus segera menarik LKS ‘istri simpanan’ dari peredaran.

“LKS itu sangat memprihatinkan. Saya khawatir anak-anak lebih mengangkat pesan negatifnya ketimbang nilai yang positif,” kata pria yang akrab disapa Kak Seto itu, seperti yang dikutip dari Kompas, Kamis (12/4/2012) di Jakarta.

Kak Seto menegaskan pihak dinas pendidikan harus segera menarik LKS tersebut. “Tidak bisa tidak. Dinas pendidikan harus menarik LKS itu,” tambahnya.

Menurutnya, pihak terkait seharusnya lebih dulu melakukan evaluasi awal sebelum sebuah materi ajar disampaikan kepada siswa. Apalagi ini menyangkut pelajaran yang akan didapat generasi penerus bangsa.

Sekedar info, LKS ‘istri simpanan’ pertama kali beredar di SD Angkasa IX. Pihak sekolah dan yayasan mengaku tidak mengetahui isi dari LKS tersebut. Pasalnya mereka hanya menggunakan saja dan belum mengevaluasi.

“Kami evaluasi lagi. Wajar atau tidak wajar, itu nanti akan kami beri tahu. Evaluasi nanti akan melibatkan guru dan yayasan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Umum Lanud Halim Perdanakusuma Mayor Gerardus Maliti.

Gerardus Maliti yang menaungi SD Angkasa IX mengungkapkan, pihaknya memilih buku tersebut karena buku tersebut telah sesuai dengan kurikulum tingkat sekolah dasar. ”Selama ini tidak ada. Makanya, saya baru tahu tadi. Kalau mau tanya isinya, silakan tanya kepada orangtua murid, jangan kami,” lanjutnya.

Ia mengaku tidak tahu-menahu mengenai sistem pembelian LKS Ceria tersebut, apakah dari dinas pendidikan atau penerbit CV Media Kreasi. Ia mengungkapkan pihaknya belum pernah mendapatkan aduan dari pihak orangtua mengenai buku tersebut.

Sebelumnya diberitakan, LKS Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (muatan lokal) Ceria yang diedarkan untuk siswa kelas II SD memuat materi tentang istri simpanan, yaitu pada kisah berjudul “Bang Maman dari Kali Pasir”.

Sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab mengenai hal ini? Pihak sekolah ataukan dinas pendidikan… :)

Comment di sini