Ngaku Anggota DPR, Seorang Pria Marah Dilarang Merokok

by
April 19th, 2012 at 9:51 am

Seorang pria yang mengaku sebagai anggota DPR dari Fraksi Demokrat marah-marah kepada pelayan sebuah restoran di Jakarta, Rabu (18/4/2012) kemarin. Dia langsung emosi dan marah saat ada seorang pelayan restoran melarang dia untuk merokok.

Pria tersebut diketahui bernama Edwin JT. Dia marah dan mengatakan tidak ada yang bisa melarangnya merokok kecuali Presiden SBY. “Mau pemerintah siapa kek, enggak ada yang bisa melarang, kecuali SBY yang melarang,” kata seorang staf Anomali Coffee, Jakarta yang menirukan perkataan Edwin, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (19/4/2012).

Pasalnya saat itu, Deni, supervisor restoran mengungkapkan Edwin datang bersama lima rekannya. Karena ruangan lantai dua yang memiliki ruangan bebas rokok telah dipesan, mereka dipersilakan menggunakan ruangan di lantai satu namun dilarang merokok.

Setelah duduk, Edwin terlihat menyalakan rokokya. Salah seorang staf restoran yang melihatnya lantas mendekatinya untuk memberi informasi tentang larangan merokok yang berlaku di ruangan tersebut. Namun, Edwin menanggapi larangan itu dengan emosional.

Edwin tetap meneruskan merokok tanpa menghiraukan larangan tersebut. Informasi mengenai larangan merokok sudah disampaikan oleh tiga staf restoran namun ia tidak menghiraukannya dan menanggapinya dengan kasar.

Deni, selaku supervisor akhirnya mendatangi meja Edwin dan rekan-rekannya. Edwin diminta untuk tidak merokok di ruangan tersebut. Mendengar larangan tersebut, Edwin ngamuk-ngamuk. Dan bertanya dengan kasar siapa yang sudah memesan ruang bebas rokok itu kepada Deni. “Siapa yang reservasi. Jangan pakai larang-larang,” kata Edwin.

Meski sempat menolak, Deni akhirnya menjawab pertanyaan Edwin bahwa ruangan di atas sudah di reservasi untuk konferensi pers. Edwin yang masih emosi kemudian bertanya lagi dengan kasar. “Pers? Pers apaan,” kata Edwin.

Edwin kemudian memberikan kartu namanya kepada Deni. Di situ tertulis beserta statusnya sebagai staf Departemen Perekonomian DPP Partai Demokart. Ia lalu mengancam Deni dengan meminta kartu nama pemilik restoran.

“Nanti saya telepon owner-nya. Saya akan minta supaya kamu dipecat,” kata Edwin sebelum berjalan meninggalkan restoran.

Apakah benar Edwin itu adalah anggota DPR? Tapi kok tingkah lakunya seperti itu yah..

Comment di sini