Perbedaan Kartu Inafis dan e-KTP

by
April 20th, 2012 at 11:34 am

Mabes Polri sudah mulai meluncurkan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Card, Selasa (17/4/2012) lalu. Katu ini adalah kartu identitas untuk setiap warga negara. Lalu apa perbedaan kartu Inafis ini dengan e-KTP?

Dalam kartu Inafis ini terdapat sebuah chip yang berfungsi untuk menampung semua data si pemegang. Sama seperti e-KTP, chip tersebut juga bisa menyimpan data mulai dari nama, tanggal lahir, sidik dan data pribadi lainnya. Kalau sama dengan fungsi dari e-KTP, kenapa Polri membuat Inafis?

Menurut Polri, kartu Inafis dan e-KTP ini mempunyai beberapa perbedaan. Dimana perbedaan yang paling mencolok adalah mengenai data kriminal si pemegang kartu.

Kartu Inafis

Kartu ini dibuat via kepolisian. Kartu ini bisa menampung data lebih lengkap daripada data yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain nama Anda, tempat tanggal lahir, foto, juga ada sidik jari, nomor kendaraan, nomor BPKB, nomor setifikat rumah, dan bahkan nomor rekening Bank juga akan ditampung di Inafis.

Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Bekti Suhartono, menjelaskan bahwa kartu pintar ini, sangat mendukung penyidikan polisi. Selain data pemilik, terdapat pula catatan kriminal yang pernah dilakukan pemilik kartu.

“Ketika membuat aplikasi kredit, bank bisa mempertimbangkan kalau dia memiliki catatan kejahatan,” kata Bekti. Ia juga mengatakan,”garis besar perbedaan antara e-KTP dan Inafis itu, kalau Inafis untuk mengungkap data tindak kejahatan.”

Setidaknya ada sembilan data dari tubuh manusia yang akan dimasukan dalam kartu Infais. Di antaranya, sidik jari, muka, hidung, telapak tangan, dan jejak kaki. “Kalau sidik jari di e-KTP, alur sidik jarinya kurang lengkap, untuk di Inafis itu lengkap dan pasti tidak terbantahkan,” ucap Bekti. Ia yakin, kartu ini bisa mencegah adanya identitas ganda seseorang.

e-KTP

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Purba Hutapea, mengungkapkan elektronik KTP (e-KTP) dibuat untuk mencegah adanya identitas ganda dari pemegang. Apalagi di e-KTP dilengkapi dengan data sidik jari.

“Tujuan e-KTP ini cukup jelas, menertibkan data administrasi kependudukan. Saat mengurus akte kelahiran, nomor induk nasional akan diterbitkan dan dijadikan nomor induk sekolah bagi anak-anak mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi,” kata Purba.

Sementara itu, Bekti menambahkan kartu Inafis bisa digunakan sebagai alat pelacak yang tepat dibanding e-KTP. Dia mengklaim Inafis bisa digunakan untuk mengidentifikasi jenazah yang kondisi tubuhnya rusak hanya dengan cara identifikasi sidik jari.

Dalam kartu Inafis juga dilengkapi data nama istri, anak (jika sudah menikah) dan ibu, ayah (jika belum menikah). Selain itu, seseorang yang terkena tilang pun dendanya dapat dipotong secara langsung. “Bayar tilang jadi tidak perlu lagi di persidangan, tapi terdebet dari rekening yang ada di data kartu ini,” ucapnya.

Comment di sini