Di Malaysia, May Day Dijadikan Hari Libur Nasional

by
May 1st, 2012 at 1:50 pm

Hari ini, 1 Mei 2012, ratusan ribu buruh di Indonesia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Puluhan ribu buruh yang didominasi oleh pekerja pabrik di Jakarta dan sekitarnya turun ke jalan untuk sekali lagi menyuarakan tuntutan soal hak-hak mereka sebagai pekerja sekaligus manusia.

Salah satu tuntutan buruh pada aksi demonstrasi May Day 2012 ini adalah dijadikannya tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Di sejumlah negara seperti Filipina, Kuba, Selandia Baru, dan juga negara tetangga Malaysia. May Day diperingati setiap tahun sebagai hari libur nasional.

Aksi demonstrasi ratusan buruh di kota Malang menyampaikan tuntutan hari libur nasional ini ketika berdemo di depan kantor Pemkab Malang dan Balaikota Malang.

Ketua Umum Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Jawa Timur, Hafidz Lutfi, mengatakan 1 Mei wajib ditetapkan sebagai hari libur nasional karena buruh sudah disuruh bekerja untuk kepentingan perusahaan selama seminggu, namun gajinya amat minim.

“Buruh selalu ditindas,” ungkapnya.

Sementara itu, Sunardi Katili yang berorasi di depan massa Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Tengah mendesak agar buruh bekerja 5 hari saja dalam seminggu.

“Sudah saatnya buruh diperhatikan dan mendapat tempat di negeri ini,” kata Sunardi.

Selama ini masih banyak buruh yang bekerja di atas 8 jam per hari ataupun 7 hari seminggu. Ia mengungkapkan buruh itu juga manusia yang perlu berkumpul dengan keluarga paling tidak setiap akhir pekan

Selain tuntutan untuk menetapkan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional, para buruh juga menuntut agar para pemodal lebih memerhatikan kesejahteraan mereka. Mereka tidak setuju dengan sistem kerja outsourcing. Mereka juga ingin mendapatkan penaikan upah karena harga-harga kebutuhan pokok di pasaran semakin melambung dari hari ke hari.

Comment di sini