Pastor Jones Kembali Bakar Alquran

by
May 1st, 2012 at 11:34 am

Pastor kontroversial dari Gereja Dove World Outreach Center, Terry Jones kembali membakar kitab suci umat Islam, Alquran. Dia juga membakar sebuah gambar yang diklaim sebagai gambar Nabi Muhammad SAW di depan gerejanya, Minggu (29/4) waktu setempat.

Pembakaran Alquran ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama. Sampai tiba pada Minggu (29/4) sekitar pukul 17.00 waktu setempat rencana tersebut mulai dijalankan. Sekitar 20 orang terlihat berkumpul di depan Gereja Dove World yang berada di 5805 NW 37th Street.

Tak lama acara dimulai, Pastor Jones berpidato di depan para jamaahnya. Setelah hampir satu jam berpidato, ia pun membakar Alquran dan gambar yang diklaim sebagai gambar Nabi Muhammad SAW di sebuah lubang api portabel.

Petugas kepolisian dan petugas pemadam kebakaran Kota Gainesville pun langsung mengamankan gereja. Mereka menilai tindakan Pastor Jones membakar Alquran dianggap melanggar peraturan kebakaran kota.

Sebelumnya, Pastor Jones sudah mendapatkan permintaan dari Pentagon yang mendesaknya untuk mempertimbangkan kembali rencana pembakaran Alquran. Namun Pastor Jones tak menggubrisnya dan tetap membakar Alquran pada hari Minggu (29/4) kemarin.

Banyak pihak menyesalkan tindakan Pastor Jones ini. Apalagi diprediksikan tindakan yang dilakukan oleh Pastor Jones ini akan menimbulkan protes keras dari seantero dunia. Bukan tidak mungkin hubungan baik antara Amerika Serikat dengan negara Muslim juga akan terganggu.

Sebelumnya pada 20 Maret 2011, Pastor Jones sempat menyulut kemarahan umat Muslim dunia setelah membakar salinan Alquran dan menyebarkannya di internet. Pembakaran itu menghasut kekerasan di utara Afghanistan, yang menyebabkan 12 orang tewas dalam protes keras atas aksi yang dilakukan oleh Asisten Pastor Gereja Dove World Outreach Center Wayne Sapp itu.

Beberapa hari setelah pembakaran itu, seorang pria yang mengenakan seragam polisi perbatasan Afghanistan menembak mati dua personel militer AS. Pentagon khawatir kejadian itu terulang kembali. Apalagi saat ini masih banyak tentara AS yang ada di Afghanistan.

Comment di sini