Kronologis Aksi “Koboy Palmerah” Menurut Kapten A

by
May 2nd, 2012 at 11:26 am

Aksi tidak terpuji oknum anggota TNI yang terekam kamera di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, pada Senin (30/4) membuat masyarakat gerah. Tingkah si “Koboy Palmerah” dianggap arogan dan hal ini membuktikan bahwa orang yang memiliki kekuasaan cenderung berbuat semena-mena.

Video “Koboy Palmerah” menyebar dari satu situs ke situs lain sejak diunggah oleh seseorang yang menggunakan nama akun UnpluggedTheTV di situs YouTube. Dalam video itu, terlihat jelas percekcokan yang terjadi antara seorang pengendara mobil dan pengguna motor.

Mobil milik orang yang terlibat pertengkaran ternyata merupakan milik anggota TNI, terlihat dari warna dan plat mobil yang digunakan. Namun, yang membuat video ini lebih kontroversial adalah terdengarnya suara tembakan dan pengendara mobil tampak menggenggam pistol sembari berdebat dan sesekali memukul si pengendara motor.

Setelah ditelusuri, identitas “Koboy Palmerah” diketahui bernama Kapten A. Ia telah diperiksa oleh Polisi Militer Daerah Jakarta Raya. Dalam pengakuannya, Kapten A mengatakan senjata yang ia gunakan bukanlah senjata api sungguhan melainkan air soft gun.

Simak pengakuan Kapten A soal kronologis kejadian “Koboy Palmerah” berikut ini:

Pada pukul 15.00 saat itu saya berniat akan menjemput orang tua saya di Bandara Soekarno Hatta. Saat melintas di Palmerah, situasi jalan raya sedikit tersendat.

Pada saat mobil saya bergeser ke arah kiri, kaca kiri mobil saya diketuk. Pengendara itu berkata ‘jangan mentang-mentang aparat seenaknya saja’. Saya kaget lalu turun dari mobil untuk menanyakan masalahnya. Saya berpikir motornya terserempet tapi ternyata tidak. Saya tinggalkan dia sambil dia mengancam akan melaporkan ke atasan saya. Saya bilang silakan saja.

Saya kembali ke mobil dan siap melanjutkan perjalanan menuju bandara karena khawatir, orang tua saya mengidap sakit jantung. Ketika akan menyalakan mesin mobil, pintu mobil saya ditendang dan kaca mobil diketok oleh pengendara motor itu. Saya turun dan sempat mengeluarkan dan mengacungkan air soft gun dan stik besi yang saya punya agar dia mengeluarkan SIM miliknya. Lalu Pomdam Jaya melintas dan saya dibawa.

Comment di sini