CiriCara: Ciri Pengemudi Mobil Sok Jagoan dan Cara Mengatasinya

by
May 3rd, 2012 at 1:21 pm

Cekcok gara-gara mobil tidak sengaja terserempet sering terjadi di jalanan kota besar seperti Jakarta. Terburu-buru dikejar waktu dan stres seringkali membuat para pengendara gampang sekali emosi. Tak jarang ada juga pengemudi mobil yang sok jagoan dan berani melakukan tindak kekerasan karena mobilnya terserempet atau bersenggolan.

Menurut Polri, ada beberapa pengendara yang memang tergolong gampang emosi. Mereka kerap naik pitam dan melakukan intimidasi fisik bila bersenggolan di jalan. “Agresive drivers cenderung ingin menang sendiri dan tidak mengindahkan peraturan lalu-lintas yang ada,” tulis Divis Humas Polri, Rabu (2/5/2012).

Berikut ciri-ciri pengemudi mobil sok jagoan seperti dikutip dari detikcom:

1. Melanggar lampu merah dan tidak mengindahkan rambu stop.
2. Melaju kencang atau ugal-ugalan, tidak mejaga jarak (menempel terlalu dekat dengan kendaraan didepannya) dan melaju di antara jalur.
3. Menyalip kendaraan lain dari kiri
4. Melakukan gerakan tangan atau gesture muka yang kurang pantas (tidak sopan)
5. Berteriak-teriak, membunyikan klakson berlebihan, dan mengedipkan lampu jauh secara terus-menerus.

Hindarilah pengendara mobil dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika Anda bertemu dengan pengemudi sok jagoan tanpa sengaja lebih baik ikuti cara mengatasi pengemudi sok jagoan sebagai berikut:

1. Berusahalah menjauh dari pengemudi agresif tersebut dengan aman.
2. Jangan ‘menantang’ pengemudi agresif tersebut dengan ikut mempercepat kendaraan Anda atau mempertahankan jalur.
3. Pastikan sabuk keselamatan terikat dengan sempurna. Hal ini untuk melindungi Anda dari manuver tiba-tiba yang membahayakan.
4. Penting juga untuk menghindari kontak mata dengan pengendara agresif tadi.
5. Acuhkan segala gerak gerik atau gesture yang memacing emosi. Jangan menimpali gesture mereka.
6. Laporkan pengendara agresif tersebut kepada pihak berwenang atau penegak hukum. Jika pengemudi yang Anda hadapi tersebut mengendarai kendaraan suatu instansi (terdapat ciri kantor atau perusahaan) laporkan ke instansi terkait. Berikan gambaran kejadian, ciri kendaraan, nomor polisi kendaraan, lokasi serta arah perjalanan.
7. Jika memungkinkan, laporkan langsung kejadian melalui telepon genggam ke nomor darurat (polisi). Pastikan Anda berada di tempat yang aman saat menelepon (menepilah dan jangan mengemudi sambil menelepon).

Ada baiknya jika Anda menghindari pengendara yang tidak beres. Tapi jika terpaksa berhadapan dengan pengemudi itu, jangan lupa untuk mengikuti cara mengatasinya seperti di atas. ;)

Comment di sini