Daftar Kasus Para “Koboy” Dari TNI

by
May 3rd, 2012 at 11:01 am

Sekali lagi oknum TNI berbuat ulah menunjukkan arogansinya sebagai orang yang memiliki kuasa lebih ketimbang masyarakat biasa. Aksi “Koboy Palmerah” menyusul aksi “Koboy-koboy” lainnya yang berasal dari insititusi TNI.

TNI sebagai lembaga yang bertugas untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi warga yang tinggal di dalamnya seharusnya bisa memberikan teladan dan menunjukkan sikap mengayomi kepada masyarakat. Namun, tindakan yang diperlihatkan oleh sejumlah anggotanya ternyata berkebalikan dengan apa yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang prajurit. Mereka terlibat berbagai kasus yang mencoreng nama institusi yang menaungi mereka.

Berikut adalah beberapa kasus yang melibatkan para “koboy” dari TNI:

1. 2009 – Lima “koboy” ditahan karena memukuli polisi yang menilang istri salah seorang pelaku.

2. 2010 – Seorang “koboy” ditahan karena terlibat kasus narkoba. Ia ditangkap di sebuah pabrik ekstasi di Tangerang bersama 12.000 butir ekstasi.

3. 2011 – Seorang “koboy” memukuli seorang warga di Serawai yang ia sangka pencuri. Ternyata warga itu bukanlah pencuri. Sang “koboy” akhirnya berdamai namun ia tak mau dihukum secara adat.

4. 2011 – Presenter Tio Nugroho dan istrinya dimakiserta dianiaya oleh seorang “koboy” yang berpangkat mayor. Mayor tersebut memukuli istri Tio di depan kantornya.

5. 2011 – Dua “koboy” ditahan Polres Kutai Timur karena terlibat kasus BBM illegal. Kedua “koboy” menggelapkan 30 ton BBM ilegal untuk keperluan industri.

6. 2012 – Seorang “koboy” berinisial HA diduga terlibat penggelapan kayu di Balikpapan. Hal ini terungkap setelah sopir dan kernet truk pengangkut kayu yang tertangkap menyebut nama HA ketika diinterogasi.

7. 2012 – Delapan “koboy” ditahan selama 2 minggu karena ikut dalam konvoi geng motor di Jakarta. Kasus geng motor ini masih berkaitan dengan pembunuhan pemuda yang diduga dilakukan oleh geng motor bentukan TNI AL.

8. 2012 – Seorang “koboy” menembakkan senjata yang diakui sebagai airsoft gun di Palmerah, Jakarta, setelah terlibat pertengkaran dengan pengendara motor. Sang “koboy” yang berpangkat kapten mengaku menggenggam senjata itu untuk membela diri. Sementara pengendara motor tidak membawa senjata apa pun ketika pertengkaran itu terjadi.

Kasus yang melibatkan oknum TNI ini hanya sebagian saja. Masih ada kasus-kasus lain yang tidak jelas penyelesaiannya seperti dugaan terlibatnya oknum TNI dalam kasus Mesuji dan tambang di Kulon Progo serta penyiksaan dan pembunuhan warga Papua.

Comment di sini