Tifatul Sembiring: Internet Indonesia lambat bukan urusan pemerintah

Indonesia baru saja didaulat sebagai negara dengan kecepatan internet paling lambat se-Asia oleh sebuah lembaga riset asal Amerika Serikat, Akamai. Menanggapi hasil penelitian ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan pemerintah tidak mengurusi soal kecepatan internet.

Menteri asal Partai Keadilan Sejahtera ini mengungkapkan bahwa operator lah yang bertanggung jawab soal kecepatan internet. Hasil penelitian tersebut ia pandang sebagai tuduhan, namun ia menerima hasil itu.

Tanggapan Tifatul dikeluarkan setelah ia melantik pengurus baru Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada Rabu (2/5).

Menurutnya, pemerintah tidak bisa memaksa pihak operator untuk memberikan fasilitas kecepatan internet seperti yang diingini oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, namun Kemenkominfo bisa meminta operator untuk memenuhi aspirasi masyarakat.

Seperti dikutip dari Kompas (5/5), kementrian yang dipimpinnya bisa mendorong operator untuk menyediakan akses internet cepat, stabil, sekaligus murah di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian Akamai, kecepatan akses internet di Tanah Air rata-rata adalah 722 kbps. Sementara itu, kecepatan rata-rata di dunia adalah 2,3 mbps.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia kalah jauh dari negara-negara lain seperti Laos yang memiliki kecepatan internet 956 kbps, Kamboja (1,2 mbps), Vietnam (1,5 mbps), Filipina (1mbps), Thailand (3 mbps), dan bahkan Malaysia (1,7 mbps).


comments powered by Disqus

Leave a Reply