Akupuntur Dan Hipnosis Dipercaya Dapat Membantu Berhenti Merokok

by
May 8th, 2012 at 2:22 pm

Pengkajian dari 14 penelitian internasional membuktikan bahwa akupuntur dan hipnosis dapat dijadikan jalan keluar untuk berhenti merokok tanpa menggunakan obat-obatan.

Namun, para peneliti mengatakan bahwa masih banyak pertanyaan mengenai hal tersebut, seperti seberapa efektifnya terapi alternatif itu bila dibandingkan dengan pengobatan konvensional untuk berhenti merokok? Meskipun demikian, kedua terapi tersebut tetap dapat masuk dalam pilihan bagi para perokok yang ingin menghentikan kebiasaannya tersebut, ungkap para peneliti yang dipimpin oleh Mehdi Tahiri dari Unversitas McGill, Montreal, Canada.

Pada umumnya, para perokok yang ingin berhenti merokok awalnya harus melakukan pendekatan standar, seperti: terapi pengganti nikotin, konseling pengobatan dan perilaku, ujar Tahiri.

Namun, Tahiri menambahkan beberapa orang tidak suka dengan obat-obatan. Untuk beberapa kasus, terapi standar tidak berhasil. Oleh karena itu ia berpikir untuk mempromosikan akupuntur dan hipnosis sebagai pilihan lain.

Para peneliti menemukan hasil penelitian yang menyatakan bahwa seorang perokok yang melakukan 3x proses akupuntur akan terbebas dari tembakau untuk jangka waktu 6 bulan atau 1 tahun kemudian. Hal serupa juga diujikan kepada 4 percobaan, dan angka keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan mereka yang mendapat sedikit pertolongan.

Para peneliti juga menambahkan, bahwa ada pihak yang keberatan dikarenakan angka keberhasilan tidak selalu sama dalam semua percobaan, meskipun kecenderungan luas merujuk pada keuntungan dari pengobatan alternatif.

Penelitian tahun 2008 menerapkan program akupuntur kepada 258 perokok dan ditemukan bahwa 55% yang menerima pengobatan tersebut mampu berhenti merokok dalam waktu 6 bulan dibandingkan dengan 4% yang tidak mendapat pengobatan seperti itu.

Namun,  pada penelitian di Taiwan tahun 2007 mengenai penggunaan jarum akupuntur di telinga sebagai daerah sasaran untuk pengobatan berhenti merokok, angka keberhasilannya cenderung kecil. Hanya 9% dari yang menjalani proses akupuntur berhasil berhenti merokok dalam waktu 6 bulan dibandingkan dengan 6% yang mampu berhenti merokok tanpa menggunakan pengobatan tersebut.

Situasi yang sama terjadi pada pengobatan secara hipnosis. Dua penelitian menunjukan dampak yang sangat signifikan yaitu 20% dari 45% perokok yang melakukan pengobatan dengan hipnosis berhasil berhenti merokok dalam waktu 6 bulan atau 1 tahun kemudian.

Namun, Tahiri mengatakan bahwa tetap ada kecenderungan ke arah manfaat dari penelitian akupuntur dan hipnosis, walau masih ada pertanyaan seperti: berapa banyak sesi akupuntur atau hipnosis yang diperlukan untuk seseorang dapat benar-benar berhenti merokok? Atau teknik apakah yang terbaik untuk digunakan?

Merokok memang kebiasaan buruk yang sulit untuk dihentikan. Semoga penelitian selanjutnya dapat membuktikan bahwa akupuntur dan hipnosis memang dapat digunakan untuk perokok benar-benar terlepas dari kebiasaan buruknya tersebut.

Comment di sini