Inilah Syarat dan Ketentuan Warga Sipil Agar Bisa Memiliki Senjata Api

by

Belakangan ini fenomena ‘koboy’ di Indonesia kian ramai. Mulai dari warga sipil hingga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggunakan senjata api dengan seenaknya. Sebenarnya apa sih syarat dan ketentuan untuk warga sipil yang ingin memiliki senjata api?

Masyarakat sipil memang diperbolehkan memiliki senjata api untuk keperluan bela diri. Peraturan tersebut sudah di atur dalam Surat Keputusan (Skep) Kapolri bernomor 82/II/2004. Namun izin tersebut dikeluarkan jika si calon pemilik senjata api bisa memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan Skep tersebut, ada 5 kategori perorangan atau pejabat yang diperbolehkan memiliki senjata api. Kategori tersebut adalah pejabat pemerintah, pejabat swasta, pejabat TNI/Polri, purnawirawan TNI/Polri.

Seperti yang dikutip dari detikcom, berikut syarat dan ketentuan yang berlaku untuk bisa memiliki senjata api bagi warga sipil:

1. Memiliki kemampuan atau keterampilan menembak minimal klas III yang dibuktikan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh institusi pelatihan menembak yang sudah mendapat izin dari Polri. Setifikat tersebut disahkan oleh Polri (Pejabat Polri yang ditunjuk) Mabes Polri atau Polda.

2. Memiliki keterampilan dalam merawat, menyimpan dan mengamankan sejata api sehingga terhindari dari penyalahgunaan.

3. Memenuhi persyaratan media psikologis dan persyaratan lain yang meliputi:

- Syarat medis: sehat jasmani, tidak cacat fisik yang dapat mengurangi keterampilan membawa dan menggunakan senjata apil, penglihatan normal dan syarat-syarat lain yang tetapkan dokter RS Polri/Polda.
- Syarat psikologis: tidak cepat gugup dan panik, tidak emosional atau tidak cepat marah, tidak psikopat dan syarat-syarat medis lainnya yang dibuktikan dengan hasil psikotes yang dilaksanakan oleh tim yang ditunjuk Biro Psikologi Polri/Polda.
- Syarat umur minimal 25 tahun dan maksimal 65 tahun.
- Syarat menembak: mempunyai kecakapan menembak dan telah lulus tes menembak yang dilakukan oleh Polri.
- SIUP besar atau Akta pendirian perusahaan PT, CV, PD (CV atau PD sebagai pemilik perusahaan atau ketua organisasi).
- Surat keterangan jabatan atau surat keputusan pimpinan.
- Melampirkan surat berkelakuan baik (tidak/belum pernah terlibat dalam suatu kasus pidana) atau tidak memiliki crime record yang dibuktikan dengan SKCK.
-Lulus screening yang dilaksanakan oleh Direktorat Intelkam Polda.
- Daftar riwayat hidup secara lengkap.
- Pas foto berwarna berlatar belakang warna merah, ukuran 2×3 dan 4×6 sebanyak 5 lembar.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto menegaskan kepemilikan senjata api oleh warga sipil itu diperuntukan untuk membela diri. Bukan untuk gagah-gagahan atau menakut-nakuti orang lain.

Sebelumnya beberapa aksi ‘koboy’ di Indonesia khususnya di Jakarta membuat heboh internet. Dimana ada koboy dari anggota TNI mengelurakan senjata saat cekcok dengan pengendara sepeda motor di Palmerah, Jakarta. Tidak hanya itu, koboy juga muncul dari dari kalangan pengusaha yang menodongkan senjata api pada pelayan sebuah restoran.

Kini kedua koboy tersebut masih dalam penyelidikan lembaga yang berwajib masing-masing. Dimana koboy pengusaha ditangani oleh Polri, sementara koboy TNI ditangani oleh POM TNI AD.


comments powered by Disqus

Leave a Reply