Diburu Secara Ilegal, Populasi Hiu Raja Ampat Terancam

by
May 9th, 2012 at 9:08 am

Tergiur dengan harga sirip hiu yang mahal, nelayan ilegal di Raja Ampat, Papua Barat mulai memburu hiu. Akibatnya populasi hiu di Raja Ampat mulai terancam. Selain itu pemburuan ilegal ini juga akan merusak ekosistem dan keindahan pariwisata Raja Ampat.

Menurut Ketut Sarjana Putra, Direktur Conservation International (CI) Indonesia, perburuan ini berlangsung di kawasan peremajaan hiu. Di mana kawasan peremajaan hiu itu ada di Perairan Kawe.

Ketut mengungkapkan, jika pemburuan ini terus berlanjut pasti populasi hiu akan berkurang. Tidak hanya di Raja Ampat, pemburuan ilegal ini juga akan mempengaruhi jumlah populasi hiu di seluruh wilayah.

“Karena di wilayah inilah hiu tumbuh. Wilayah ini yang nanti akan menyuplai hiu untuk daerah-daerah lain. Ibaratnya, ini dapurnya,” ungkap Ketut seperti dikutip dari Kompas.

Sebelumnya, sebanyak 33 nelayan yang menangkap hiu secara ilegal di kawasan konservasi hiu di Raja Ampat sempat ditahan oleh gabungan patroli gabungan masyarakat adat kampung Salyo dan Selpele serta Pos Angkatan Laut Waisai, Senin (30/4) di perairan Raja Ampat.

Dari penyergapan tersebut, tim patroli menyita barang bukti sirip hiu, bangkai ikan hiu, pari, manta, dan teripang yang diperkirakan bernilai Rp 1,5 miliar. Semua hasil tangkapan nelayan dan dokumen kapal disita dan nelayan diperintahkan untuk mengikuti kapal patroli ke pelabuhan Waisai. Sayangnya, saat disuruh mengikuti dari belakang para nelayan itu malah melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran.

Ketut menuturkan bahwa pemerintah perlu mendukung pelestarian hiu di Raja Ampat dengan meningkatkan personel untuk patroli laut dan mendukung langkah pengawasan yang sudah dilakukan masyarakat lokal.

Comment di sini