Pernikahan Ibarat Kue Brownies

by
May 9th, 2012 at 9:14 am

Rumah tangga tidak selalu berjalan dengan baik, ada kalanya konflik-konflik datang mewarnai kehidupan berkeluarga. Konflik tersebut banyak dikarenakan perbedaan karakter dari setiap pasangan. Biasanya konflik tersebut muncul dari hal-hal yang sepele, dari hal yang tidak seharusnya dipermasalahkan.

Kepada Tempo, Psikolog keluarga¬†Kassandra A. Putranto menjelaskan bahwa berbagai macam konflik muncul karena hal yang sepele yang bukan dari dalam pernikahan itu. “Namanya hidup berumah tangga berbeda karakter dan minat yang disatukan dalam pernikahan, pastinya ada konflik satu sama lain”, kata psikolog itu. Namun ia menambahkan bahwa untuk menyikapi hal-hal yang seperti ini sebaiknya berlakukanlah teori kue brownies. Seperti yang kita ketahui bahwa kue brownies adalah kue bolu yang gagal dalam proses pembuatannya.

Dalam pembuatan kue brownies itu sendiri pada awalnya dibuat agar kue bolu dengan mempunyai warna coklat merekah dan mempunyai kualitas rasa yang enak. Tetapi karena prosesnya gagal, kue inipun menjadi bantet tidak mengembang dan warna nya pun coklat gosong.

Kemudian psikolog itu menuturkan, pada proses pembuatan kue yang gagal ini tidak mematahkan semangat hanya karena kue tidak mengembang dan jelek, ” Justru meski secara bentuk dan warna tidak menarik, ketika dicicipi rasanya masih enak. Terpikirlah untuk membuat kue ini menjadi kue yang disukai orang”, kata Kassandra.

Menurutnya, kehidupan rumah tangga memang tidak selamanya berjalan baik dan mulus, bahkan banyak yang gagal dalam pernikahannya. Namun jangan langsung berpikir singkat untuk segera bercerai. Dari kue yang gagal kini kue brownies menjadi kue yang banyak dicari dan disukai oleh orang banyak.

“Kalau orang yang sudah lama menikah kemudian terasa hambar seiring waktu berjalan itu sah-sah saja. Yang penting adalah belajar untuk mengembalikan pernikahan. Dengan menerapkan teori kue brownies ini dijamin akan bisa mengatasi kendala dan menjalankan kembali cita-cita atau pengharapan pernikahan yang di ujung tanduk,” katanya.

Comment di sini