Keanehan Sukhoi Menurut Roy Suryo

by
May 11th, 2012 at 8:43 am

Tragedi jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 hingga kini masih misterius. Berbagai kalangan mulai menemukan beberapa hal janggal yang aneh. Seperti hal yang diungkapkan oleh anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, Roy Suryo. Menurutnya ada beberapa keanehan dalam kecelakaan tersebut.

Keanehan pertama, menurut Roy Suryo terletak pada tanda bahaya Emergency Locator Beacon Aircraft (ELBA) atau Emergency Locator Transmitter (ELT). Ia menanyakan kenapa tanda bahaya tersebut tidak menyala atau mengeluarkan sinyalnya? Padahal alat tersebut diseting sebagai alat otomatis.

“Kedua tanda bahaya yang berada di hidung dan roof rack pesawat seharusnya terdeteksi selama 3 kali 24 jam dari Singapura, Indonesia, dan Australia,” kata Roy seperti dikutip dari Tempo. Menurutnya kejadian ini aneh, karena seharusnya di atas tekanan 5G, kedua ELT/ELBA yang dipasang bisa berfungsi.

Kejanggalan kedua yang diungkapkan Roy adalah permintaan pilot untuk menurunkan ketinggian pesawat dari 10.000 kaki (jarak aman daerah pegunungan) menjadi 6.000 kaki. Padahal saat itu sedang berdada di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat yang ketinggiannya kira-kira 6.800 kaki. Kenapa pihak bandara mengizinkan?

Roy lantas meminta agar rekaman terakhir dari pilot Pesawat Sukhoi Superjet 100 diinvestigasi lebih dalam. Selain itu, Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller) Bandara Soekarno Hatta juga perlu dicek. “Apakah ada ‘sesuatu’ sebelum akhirnya lost contact,” kara Roy.

Hingga saat ini tim SAR dan tim penolong lainnya masih melakukan penelusuran jalur darat untuk bisa sampai ke lokasi bangkai Pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut. Pasalnya cuaca buruk yang sering hinggap di Gunung Salak membuat pencarian terganggu dan sempat dihentikan.

Untuk proses evakuasi hari ini, pihak Bandara Halim Perdanakusuma sudah menyiapkan setidaknya 2 helikopter. Para korban selamat nantinya akan di bawa ke rumah sakit terdekat di Bogor sementara korban tewas akan di bawa terbang ke Halim untuk kemudian ke rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi.

Suasana di Terminal Kedatangan Halim Perdanakusuma sendiri sudah mulai di datangi oleh anggota keluarga korban. Beberapa selebritis yang keluarganya ikut dalam pesawat juga terlihat hadir di sana untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Comment di sini