Kemenhub: Pilot Sukhoi Turun ke 6.000 Kaki, ATC Membolehkan

by
May 11th, 2012 at 2:24 pm

Kabarnya sebelum Pesawat Sukhoi Superjet 100 terjatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Rabu 9 Mei lalu, sang pilot sempat meminta turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki. Direktur Jenderal Udara Perhubungan Kemenhub, Herry Bhakti Singayudha Gumay membenarkan hal itu.

Herry juga mengatakan kalau Air Traffic Control (ATC) mengizinkan pilot untuk menurunkan ketinggian. “Ada permintaan penurunan terbang 6.000 kaki, Air Traffic Control (ATC) memperbolehkan,” kata Herry, Kamis (10/9/2012) kemarin.

Herry mengaku belum mengetahui secara jelas kenapa pilot meminta ketigian pesawat diturunkan. Namun menurut dia, penurunan ketinggian terbang ke posisi 6.000 kaki itu tidak masalah dan masih aman jika jalur penerbangannya benar.

Menurut Herry, pesawat Sukhoi Superjet 100 akan melakukan demo terbang di atas landasan udara Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat. “Mereka memilih Atang Sanjaya, kami belum tahu keluar jalur atau tidak.”

Hingga kini belum diketahui apa penyebab kecelakaan itu terjadi. Pihak SAR sendiri masih melakukan penelusuran di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Belum ada kepastian mengenai jumlah korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pesawat Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang pertama yang dikembangkan oleh Sukhoi Aircraft Rusia bekerja sama dengan perusahaan penerbangan negara lainnya. Termasuk penerbangan Amerika Serikat dan Eropa, diantaranya Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace dan Honeywell.

Pesawat ini masuk dalam kelas armada rute jarak menengah dengan kapasitas penumpang di bawah 100 orang. Jarak yang mampu diarungi yakni antara 3.048 kilometer hingga 4.578 kilometer dengan ketinggian 12.200 meter di atas permukaan laut. Selain Indonesia sudah ada beberapa negara lain yang memesan pesawat ini diantaranya Pakistan, Myanmar, Laos dan beberapa negara pecahan Uni Soviet.

Comment di sini