Menegangkan, Manchester City Berhasil Menjuarai Liga Primer Inggris Musim Ini!

by
May 13th, 2012 at 11:15 pm

Tim Manchester City, yang sudah tampil sangat baik sepanjang musim ini di Liga Primer Inggris, akhirnya berhasil memenangkan gelar Liga Primer untuk musim ini setelah memenangkan pertandingan melawan Queens Park Rangers, dengan skor akhir 3-2. Pertandingan yang penuh tensi dan menentukan hidup mati bagi kedua tim ini berjalan sangat seru.

Permainan babak pertama diwarnai dengan dominasi tim dari kota Manchester ini. Serangan demi serangan dibangun oleh tim yang dimotori oleh gelandang serang, Silva. Namun terlepas dari itu, City tetap tidak mampu menjebol gawang yang dijaga oleh Paddy Kenny. Memang, kiper QPR kelahiran Inggris ini bermain sangat gemilang sepanjang pertandingan ini dengan mematahkan sejumlah peluang emas milik Manchester City. Terus berusaha untuk mencetak gol pertama sekaligus membongkar pertahanan berlapis QPR yang dimotori oleh Anton Ferdinand, City akhirnya berhasil mencetak gol pertama mereka di menit ke 39 melalui tendangan dari Pablo Zabaleta, meneruskan operan terobosan yang sangat terukur dari gelandang asal Pantai Gading, Yaya Toure. Sayang, gol ini berharga mahal. Tidak lama setelah gol tersebut, City harus menarik Yaya Toure yang tampak mengalami masalah pada paha kanannya. Toure pun ditarik keluar dan digantikan Nigel De Jong.

Tanpa Toure, City kehilangan keseimbangan dalam permainan. Arah permainan menjadi tidak jelas karena tidak adanya pemain yang bisa mengontrol tempo sebaik Toure. Hal itu tampak jelas dari serangan mereka yang tidak terbangun dengan baik dan terlihat kocar kacir. Permainan seperti itu berlanjut hingga akhir babak pertama.

Babak kedua dimulai, QPR langsung menggebrak dengan gol dari penyerang mereka, Djibril Cisse. Hanya tiga menit selepas kick off, Cisse mampu mencetak gol balasan yang menyamakan kedudukan bagi QPR, sekaligus menipiskan kemungkinan City untuk menjuarai liga primer musim ini. Masalah timbul ketika pada menit ke 55, kapten QPR, Joey Barton, tertangkap basah oleh hakim garis, telah melanggar keras Carlos Tevez di depan kotak penalti QPR. Hal ini menyebabkan Barton dihadiahi kartu merah oleh wasit. Keributan kecil sempat terjadi setelah itu dimana Barton yang tampak tidak senang dengan keputusan wasit sempat menendang Sergio Aguero dan ingin menyundul wajah Vincent Kompany, kapten City.

Kehilangan kapten mereka, QPR tampil sangat defensif, bahkan sempat tercatat ball possession adalah 81% untuk City, dan 19% untuk QPR. Namun, sekalipun tampil dengan 10 pemain dan terus menerus mendapatkan tekanan dari City, justru QPR-lah yang berhasil memecahkan kebuntuan terlebih dahulu. Diawali dengan solo run dari pemain pengganti, Armand Traore, yang kemudian melepaskan umpan silang ke depan gawang City yang dijaga Joe Hart. Umpan matang tersebut disambut dengan sundulan kepala dari sayap kanan QPR, Jamie Mackie. Gol! Menit ke 66, QPR memimpin 2-1. Gol tersebut berhasil membungkam sorakan pendukung City, bahkan kamera sempat memperlihatkan beberapa fans City menangis melihat tim kesayangan mereka harus tertinggal 1 gol di pertandingan hidup mati seperti ini.

Selepas gol tersebut, City semakin tampak kalut dalam menyerang. Mereka hanya menyerang membabi buta, tanpa ada arah yang jelas. Menit ke 76, Mancini menarik Tevez untuk digantikan dengan Mario Balotelli. Dengan Balotelli, permainan City perlahan semakin baik. Mereka terus berusaha untuk menyamakan kedudukan, dan mereka pun berhasil. Menyambut umpan silang, pada menit ke 91, Edin Dzeko berhasil menyundul bola untuk masuk ke gawang QPR. Skor sama, 2-2.

Mendekati akhir pertandingan, akhirnya Sergio Aguero muncul sebagai pahlawan bagi City. Sepakan terukur yang dilepaskan oleh menantu Diego Maradona ini berhasil menjebol gawang Paddy Kenny pada menit ke 93. Skor 3-2 bagi City. Dan skor ini pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Comment di sini