Apa Jadinya Jika Seorang Koki Tak Mampu Merasakan Masakan?

by
May 14th, 2012 at 9:24 am

Cita-cita menjadi seorang koki mungkin seringkali muncul dari seorang yang gemar makan berbagai jenis makanan. Namun, apa jadinya jika seorang koki itu tidak tahu rasa masakan yang ia buat?

Seorang gadis asal Florida, Amerika Serikat, bernama Samantha Pecoraro sangat suka memasak. Gadis berusia 15 tahun ini ingin menjadi koki profesional suatu hari nanti.

Sayangnya, Samantha mengidap suatu penyakit pada bagian esofagus atau kerongkongannya. Dokter mendeteksi Eosinophils pada esofagusnya.

Eosinophils adalah keadaan berlebihnya sel darah putih pada esofagus sehingga orang yang menderitanya memuntahkan semua makanan yang masuk ke dalam esofagus tersebut. Eosinophils merangsang otot-otot esofagus untuk mengeluarkan makanan tersebut, maka sering terjadi muntah. Ini merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Semasa kecilnya, Samantha sangat senang menikmati berbagai macam makanan. Itulah yang membuatnya kangen dengan salad, brokoli, cheese burger, kue ulang tahun, dan masih banyak lainnya. Penyakit ini begitu menyiksanya karena perutnya hanya bisa menerima kentang dan nutrisi kalengan.

Samantha mengatakan jika ia makan makanan lain selain kentang, pasti dia akan muntah-muntah, diare, dan kerongkongannya akan terasa sakit.

Ibu dari Samantha, Sue, menambahkan, “Dia baru 15 tahun, setiap kali perayaan ulang tahun, dia tidak bisa memakan kuenya. Saat acara-acara keluarga, dia hanya bisa duduk sambil makan kentang.”

“Saya kasihan melihatnya. Bagaimana ketika dia tumbuh dewasa dan bertemu seorang kekasih yang akan mengajaknya makan malam keluar? Bagaimana dengan anaknya nanti yang membutuhkan gizi cukup?” ungkap sang ibu.

Samantha sendiri merasa tersiksa ketika setiap kali ia harus melihat teman-temannya makan pizza di sekola selepas berolahraga di sekolahnya. Sedangkan ia harus hidup hanya dengan formula yang dimasukan ke lambungnya atau dengan tabung makanan.

Tetapi, Samantha memilih untuk tetap berjuang. Dia sekarang sedang mengikuti terapi. Ditambah lagi, dia tetap berkeinginan keras untuk menjadi seorang koki. Ya, koki yang tidak dapat mencicipi hasil kreasi masakannya sendiri. Ia memilih untuk tetap melanjutkan hidupnya layaknya kehidupan normal.

Comment di sini