Wow! Wanita India Ini Sudah 12 Tahun Mogok Makan

by
May 15th, 2012 at 8:23 am

Mogok makan selalu dipakai sebagai cara untuk protes terhadap sesuatu ataupun mencari perhatian dari pemerintah bila terkait dengan hal politik. Jika seorang mantan perdana menteri Ukraina, Yulia Tymoshenko, yang melakukan aksi mogok makan ini, mungkin dia langsung dapat perhatian khusus dari khalayak ramai. Namun, apa yang terjadi jika seorang wanita biasa yang berpuasa?

Pada tahun 1958, pemerintah India mengeluarkan peraturan undang-undang baru yaitu The Armed Forces(Special Powers) Act (AFSPA). Undang-undang ini memberikan hak khusus bagi para militer untuk melakukan apapun yang ia inginkan termasuk melarang setiap proses hukum dan peradilan.

Undang-undang ini dapat dikatakan mengambil semua hak warga untuk melakukan protes, dan setiap rakyat biasa dapat dituduh sebagai serorang teroris dan dianggap sebagai tahanan. Akibat dari adanya undang-undang ini, sudah 25 ribu orang terbunuh di Manipur.

Akibat dikeluarkannya undang-undang ini, munculah gerakan penentang undang-undang ini yang menamakan kelompok mereka sebagai anti-AFSPA (anti- Armed Forces Special Powers Act).

Irom Sharmila Chanu bergabung dalam gerakan ini pada tahun 2000 lalu. Baru 2 minggu bergabung, dan dia sudah memutuskan untuk mogok makan demi dicabutnya undang-undang ini.

Yang membuat wanita berusia 28 tahun ini secara sukarela melakukan aksi mogok makan ialah ketika ia mendengar kisah tentang seorang gadis yang diperkosa dan diperlakukan kejam oleh para tentara di desa Lamden. Begitu pula banyak kasus lainnya seperti pemboman yang terjadi di stasiun bis, Malom hingga banyak darah yang berceceran di jalanan. Hal ini pulalah yang membuat Irom memutuskan untuk mogok makan sampai mati atau sampai AFSPA itu dicabut.

Irom mengatakan, “Aksi mogok makannya ini dilakukan sebagai wujud simbolik terhadap cinta dan perdamaian. Ini seperti aksi pertarungan spiritual dan ini pertarungan bagi seluruh warga yang ada di Manipur. Ini bukanlah peperangan secara individu.”

Namun, aksi mogok makannya ini juga menimbulkan reaksi keras dari Indian Penal Code dengan tuduhan percobaan bunuh diri. Mereka mulai memaksa Irom untuk makan dengan memasukan selang makanan dari hidungnya, lalu membawanya ke rumah sakit Jawaharlal Nehru.

Namun, hal itu tidak membuat Irom berhenti melakukan aksi mogok makannya. Hingga saat ini, Irom sama sekali belum pernah makan walau cuma 1 gigitan saja dan belum pernah minum sama sekali terhitung dari 12 tahun yang lalu. Ia bahkan tidak pernah menyisir rambutnya dan juga tidak pernah berkaca.

Dokter mengatakan bahwa aksi mogok makannya itu sudah mulai berdampak bagi dirinya, seperti tulang-tulangnya sudah mulai rapuh dan beberapa masalah medis lainnya.

Keluarganya mendukung Irom dalam melakukan aksi ini begitu pula seorang aktivis HAM (Hak Asasi Manusia), Shirin Ebadi. Dia mengatakan, “Kalau Irom sampai meninggal dunia, maka pemerintahlah yang harus bertanggung jawab.”

Tapi sayangnya, tampaknya usaha Irom tidak menyentuh hati pemerintah India. Gurbernur India sepertinya tidak terkesan dengan aksi mogok makan Irom. Pada tahun 2004, menteri pertahanan berkata bahwa sangat tidak mungkin menarik kembali undang-undang yang sudah dikeluarkan. Namun, Irom tetap saja melanjutkan aksinya hingga saat ini (12 tahun).

Comment di sini