Biksu Ketahuan Berjudi, Mabuk, dan Merokok di Korea Selatan

by
May 16th, 2012 at 10:15 am

Global Post

Baru saja peringatan hari Waisak dirayakan oleh umat Buddha di seluruh dunia pada tanggal 6 Mei 2012 kemarin. Namun, belum lama setelah perayaan tersebut 6 pemimpin besar dari perkumpulan penganut Buddha kedapatan sedang berjudi bahkan mabuk-mabukan di salah satu hotel di Korea Selatan.

Kejadian ini diketahui langsung oleh seorang biarawan senior yang melihat rekaman kamera CCTV di salah satu hotel di Korsel, yang diberikan oleh seorang sumber. Biarawan senior ini mengatakan bahwa para pemimpin perkumpulan Buddha itu bermain poker dengan uang taruhan sebesar 1 milyar won atau senilai 875.300 dollar Amerika, merokok, serta minum-minuman beralkohol.

Peristiwa ini sungguh tidak patut dilakukan oleh para pemimpin besar agama Buddha tersebut. Harusnya mereka tahu bahwa ajaran agama Buddha menuntut hidup suci dan tidak hidup secara duniawi. Aturan agama Buddha juga melarang umatnya untuk mencuri, dan yang mereka lakukan sangat bertolak belakang. Berjudi juga sama seperti mencuri karena menyalahgunakan uang.

Hal ini memicu reaksi keras dari masyarakat Korea Selatan. Berita ini langsung disiarkan oleh salah satu stasiun TV Korea yang juga mendapati mereka sedang berjudi, merokok serta mabuk-mabukan sehabis acara kebersamaan untuk para biarawan di salah satu hotel mewah.

Kemudian ketua dari Jogye Order of Korean Buddhism angkat bicara di depan publik menyampaikan maafnya kepada seluruh masyarakat Korsel atas kasus yang terjadi tersebut.

Ini hanyalah sebuah berita yang berisikan informasi tentang kejadian yang ada di Korea Selatan. Tentunya tidak ada unsur menjatuhkan atau menghakimi suatu agama. Pada intinya, kejadian seperti ini pun mungkin sering didapati pada agama lain.

 

Comment di sini