Dunia Menggunjingkan Pelarangan Konser Lady Gaga

by
May 18th, 2012 at 12:09 pm

Daily Mail

Kepolisian Indonesia sudah menetapkan hati untuk  kekeuh melarang konser Lady Gaga di Jakarta karena desakan dari berbagai ormas berbasis agama dan faktor lainnya. Alasan utama mereka menolak Lady Gaga tampil di Indonesia adalah karena isu pornoaksi, ajaran sesat atau setan, dan hal-hal lain yang dianggap tidak sesuai dengan agama dan juga adat ketimuran.

Joanne Angelina Germanotta atau Lady Gaga adalah ikon musk pop yang mendunia. Apapun yang dia kenakan, kelakuan, perkataan dan bahkan hanya jejaknya saja sudah menjadi bahan perbincangan dunia. Kali ini Indonesia jadi ikut terkenal karena penyanyi nyentrik yang satu ini karena penolakan terhadap Lady Gaga yang akan menggelar konser pada 3 Juni mendatang di Gelora Bung Karno.

Media massa dunia telah memberitakan penolakan Lady Gaga di Indonesia bahkan telah menjadi bahan pembicaraan di Twitter dan juga blog-blog internasional. Memang, baru kali ini kepolisian Indonesia melarang konser artis internasional.

Salah satu situs berita terkemuka dunia, Sky News, menulis judul berita tentang pelarangan begini “Islamist threaten ‘too sexy’ Gaga concert”.

The Guardian menulis judul berita terkait Lady Gaga: “Lady Gaga’s Permit to Concert Denied, Religious”.

The Sun juga menulis berita yang sama dengan judul “Islamic Ban on ‘Satan Gaga’ Star ordered to axe Jakarta concerts by cops”.

Berita-berita itulah yang menjadi hit di dunia maya. Tanggapan-tanggapan yang muncul terhadap berita ini pun cukup beragam dan ramai. Bahkan The Washington Post, media massa Amerika yang paling top untuk reportasenya pun ikut-ikutan membahas masalah Lady Gaga di Indonesia dengan judul “In other news…: Lady Gaga concert scuttled in Jakarta amid protest”. Bangkok Post dari Thailand juga meletakkan kabar Lady Gaga di Indonesia pada halaman utamanya.

Semua berita itu menggarisbawahi bahwa tekanan sekelompok orang yang tidak menyetujui konser ini didukung oleh Kepolisian dan juga sedikit sekali berita tentang promotor konser. Yang menjadi garis merah adalah adanya FPI dan juga keterangan dari pihak Kepolisian. Kita tunggu saja perkembangan lebih lanjut mengenai bagaimana konser ini akan berlanjut asal jangan sampai ada ban atau pelarangan balasan dari promotor musik dunia terhadap Indonesia.

 

Comment di sini