Inilah Komunikasi Terakhir Pilot Sukhoi dengan Petugas ATC

by
May 22nd, 2012 at 9:13 am

Pesawat Sukhoi Superjet 100 hilang kontak dan jatuh di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat pada Rabu 9 Mei lalu. Kabarnya sang pilot, Aleksandr Yablontsev sempat melakukan komunikasi dengan petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno Hatta sebelum pesawat jatuh. Seperti apa komunikasi yang terjadi?

Pilot Yablontsev menghubungi petugas ATC untuk memandunya terbang melakukan joy flight pesawat Sukhoi Superjet 100. Akhirnya permintaan dari pilot Yablontsev pun diterima oleh satu petugas ATC yang saat itu juga sedang melayani penerbangan lainnya.

Yablontsev mengontak petugas ATC mengenai kondisi sekitar Pangkalan Atang Sendjaja, Bogor dan meminta izin untuk bermanuver di sana. Sang petugas yang tengah sibuk mengurus 13 penerbangan dalam satu waktu pun mengizinkan pilot untuk bermanuver.

Tak lama, pilot Yablontsev kembali mengubungi petugas di menara ATC untuk minta izin turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki. “Jakarta, Jakarta, Romeo Alfa Three Six Eight Zero One request descent to six thousand feet,” kata pilot Yablontsev, Sukhoi, seperti dikutip dari Tempo.

Mendengar permintaan pilot Yablontsev, petugas ATC langsung mencari posisi pesawat Sukhoi Superjet 100 saat itu. Dimana Sukhoi Superjet 100 berada di koordinat 06° 43” 08″ Lintang Selatan dan 106° 43” 15″ Bujur Timur. Karena melihat posisi pesawat masih dalam area latihan, tanpa menanyakan alasan pilot ingin turun ketinggian, petugas ATC pun langsung menyetujui permintaan tersebut.

OK. Approve,” kata si petugas pengawas ATC yang tengah memandu 13 penerbangan lainnya.

Karena sudah disetujui, Yablontsev pun langsung menurunkan ketinggian pesawat ke 6.100 kaki. Sekitar pukul 14.28 WIB, pilot asal Rusia tersebut mengontak petugas ATC lagi dan mengatakan bahwa pesawat akan belok ke kanan.

Itulah pesan terakhir yang disampaikan sang pilot ke petugas ATC yang memandunya. Setelah itu pesawat Sukhoi Superjet 100 tidak mengontak petugas ATC lagi. Tanpa diketahui petugas ATC, ternyata pesawat yang dipandunya dalam rangka joy flight tersebut dinyatakan hilang.

Berdasarkan hal itu kini berbagai pihak mulai mempertanyakan kinerja dari ATC. Pasalnya tenaga kerja ATC seringkali di porsir dengan tugas yang berlebihan. Bagaimana mungkin satu orang petugas ATC harus melayani 13 penerbangan dalam satu waktu?

Comment di sini