CiriCara: Cara Menghadapi Anak yang Beranjak Remaja

by
May 22nd, 2012 at 4:10 pm

Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa seorang anak sangat cepat pertumbuhannya. Perilaku dan pemikiran mereka sering terpengaruh oleh lingkungan baik keluarga maupun kawan-kawan di sekolah atau rumah.

Biasanya orangtua tak menyadari perubahan sikapnya karena seorang anak bagi orangtuanya selalu menjadi anak kecil yang selalu dimanja, dipeluk, disayang, dan dicium kapan dan di manapun.

Tetapi si anak memiliki perspektif berbeda. Apalagi anak yang beranjak remaja, mereka akan merasa malu apa bila dilakukan seperti anak kecil terutama saat di depan teman-temannya. Orangtua harus tahu benar soal ini.

Cara mendidik anak harus berbeda karena dilihat dari segi pergaulannya pun sudah berbeda, dan di setiap perkembangan anak ada fase-fase yang akan dilaluinya. Ketikak mereka masih kanak-kanak kita dengan mudah mengatur dan menbuat jadwal kegiatan yang akan dilakukan oleh anak dan memilihkan dengan siapa mereka harus bermain.

Tapi setelah beranjak remaja ada hal-hal yang menjadi pembatas orangtua untuk mengatur mereka. Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui dan lebih memahami dan berusaha mengarahkan mereka ke hal-hal yang lebih baik lagi. Memang, cukup sulit untuk menghadapi anak yang beranjak remaja, tapi adalah kewajiban bagi orangtua untuk selalu mengawasi dan menuntun anak-anak mereka ke jalan yang benar.

Berikut adalah bagaimana cara menghadapi seorang anak yang mulai beranjak remaja :

1. Selain jadi orangtua kita harus bisa menjadi seorang teman dan sehabat sejati buat anak untuk menceritakan hal-hal yang baru di dapat dari lingkungan luar. Biasanya seorang ibu lebih sering dipilih oleh anak untuk diceritai hal-hal yang bersifat rahasia dan dimintai pendapat pendapat oleh anaknya.

2. Pada saat anak membawa temannya ke rumah dan memperkenalkannya, kita jangan langsung menuduh dan melarang anak kita untuk tidak berteman dengannya. Beri masukan dan pendapat secara pelan-pelan agar bisa diterima alasan kita.  Biasanya secara otomatis orangtua langsung menilai apakah bagus atau tidak  seseorang yang diajak ke rumah untuk dijadikan teman.

3. Beri kepercayaan pada anak untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang sedang dihadapinya. Kita hanya perlu menberikan saran bagaimana cara menyelesaikannya dengan baik, karena apabila segala sesuatu yang melibatkan orangtua atau orang banyak sering  hanya akan memperkeruh masalah.

4. Meluangkan waktu untuk kebersamaan dalam keluarga, hingga anak mampu merasakan kehangatan dan kenyamanan ketika berada di rumah. Tanamkan pada anak bahwa keluarga adalah segala-galanya bagi mereka.

Alangkah senangnya kita sebagai orang tua dapat mendampingi dan mengarahkan yang lebih baik ke pada anak-anak di setiap perkembangan hingga dewasa kelak.

Comment di sini