Remaja Sering Galau Rentan Sakit Jiwa

by
May 22nd, 2012 at 8:43 am

Keadaan dimana seseorang menjadi sedih, bingung, murung dan tak tenang biasa terjadi pada masa remaja. Para remaja menjadi rentan terhadap serangan galau karena mereka sedang dalam tahap pencarian jati diri walaupun orang dewasa sebenarnya juga dapat mengalami keadaan seperti ini.

Jika remaja sering mengalami gangguan galau, dia bisa saja terkena bipolar. Bipolar sendiri adalah gangguan jiwa yang terjadi secara berulang-ulang dalam waktu yang cukup lama dan juga berlangsung seumur hidup. Gejala yang dialami oleh penderita biasanya perubahan perasaan.

Dr AA Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ(K), mengatakan bahwa remaja yang sedang mengalami masa-masa galau biasanya sangat mudah terserang depresi. Kepala departemen psikiatri RSCM ini mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara di seminar media dengan tema “Gangguan Bipolar: Dapatkah Dikendalikan”.

Dokter ini juga mengatakan bahwa gangguan ini tidak serta merta menyerang. Kita harus memperhatikan apakah hal ini hanyalah penyesuaian diri akan keadaan atau merupakan episode depresi. Episode depresi dapat menjangkiti seseorang setiap hari dengan waktu minimum dua minggu.

Perilaku orang seperti ini biasanya tidak mau bertemu dengan orang lain, nihilistik, dan juga pesimis. Jika penderita sudah seperti ini maka kemungkinan terkena bipolar adalah sebesar 30 persen.

Dr. Handoko Daeng SpKJ(K), mengatakan bahwa jenis depresi ada dua yaitu depresi bipolar dan reaktif. Untuk mengetahuinya, hanya bisa dilakukan dengan tes tertentu.

Ketua Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa ini juga menyebutkan bahwa setiap orang pasti merasakan sedih dan pesimis namun jika terjadi terus menerus ini merupakan episode depresi.

Orang yang mengalami gangguan bipolar seringkali memiliki ide untuk bunuh diri dan angka bunuh diri pada laki-laki dan perempuan yang didiagnosis dengan bipolar berkisar 0,4 persen per tahun. Bunuh diri biasa terjadi saat awal terjadi depresi berat dan setelah depresi terjadi berulang.

Ini menunjukkan bahwa orang tua perlu mengawasi emosi putra dan putri mereka di kala remaja. Kasih sayang yang cukup serta perhatian yang diberikan akan membantu mereka melewati masa-masa remaja yang ternyata tidak mudah. Sepertinya semua orang membutuhkan cara efektif mengusir galau.

Bagaimana? Masih mau meremehkan galau?

Comment di sini