Wah! Buah Impor Ternyata Berbahaya

by
May 22nd, 2012 at 10:31 am

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI mengatakan bahwa masyarakat yang senang dengan konsumsi buah impor untuk berhati-hati. YLKI menemukan adanya indikasi pencampuran pengawet pada buah yang membuat buah jadi lebih tahan lama bisa berbahaya bagi kesehatan.

Ketua YLKI Sumatera Utara Abubakar Siddik mengatakan bahwa buah impor memiliki harga yang cukup murah di pasaran dan hal ini perlu diwaspadai agar tidak ada masyarakat yang mengeluh mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi buah seperti ini. Hal ini didasarkan pada hasil temuan Pakar Pangan dan Gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Prof Ahmad Sulaeman yang mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dengan buah impor.

Prof Ahmad Sulaeman mengemukakan bahwa di Rotterdam, Belanda, terdapat satu terminal yang luasnya hampir sama dengan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Di dalam terminal ini terdapat gudang pendingin yang dipakai untuk menyimpan buah.

Buah yang disimpan dalam tempat ini mampu bertahan hingga dua tahun dan paling cepat adalah 6 bulan. Kulit buah dilapisi lilin agar tahan di suhu dingin, tidak kering dan juga tidak keriput. Di dalam lapisan lilin itu juga ditambahkan fungisida yang bertujuan untuk mencegah jamur.

Pelarangan masuknya buah impor ke Indonesia memang cukup sulit terutama karena perdangan internasional yang terus meningkat. Namun hal yang dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan dan penelitian terhadap buah-buahan yang masuk ke Indonesia.

Dengan cara tersebut, diharapkan buah impor yang masuk ke Indonesia bisa dipastikan tidak mengandung zat berbahaya atau zat pengawet. Buah impor yang dianggap aman dapat dipasarkan di Indonesia.

Ketua YLKI ini juga mengatakan bahwa untuk menciptakan rasa aman bagi konsumen dalam membeli dan juga memakan buah impor, pemerintah melalui petugas karantina pertanian dan juga bea cukai harus selektif dan juga waspada akan adanya buah yang berkualitas buruk masuk ke Indonesia karena lengahnya petugas. Abubakar juga menegaskan bahwa jika hal ini sampai terjadi maka yang akan mendapat efek buruknya adalah Indonesia juga.

Comment di sini