Indonesia Gagal Total di Piala Thomas-Uber 2012

by
May 24th, 2012 at 11:34 am

AP Photo/Simon Dawson

Kekalahan tim Uber Indonesia di babak perempat final melawan tim Uber Jepang memutus harapan rakyat Indonesia untuk menyaksikan paling tidak salah satu wakil Tanah Air tampil sebagai juara turnamen bulutangkis beregu tingkat internasional ini.

Tim Thomas dan Uber Indonesia harus pulang ke Tanah Air dengan kepala tertunduk setelah dikalahkan oleh tim yang tidak terlalu diperhitungkan sebelumya, yaitu Jepang.

Tim Thomas Indonesia lebih dahulu keluar kotak setelah Jepang mampu menjegal Taufik Hidayat dkk. Dengan hasil akhir 3-2. Tim Uber Indonesia menyusul beberapa jam kemudian setelah tunggal terakhir, Lindaweni Fanetri, takluk dari Minatsu Mitani dan membuat skor akhir menjadi 3-2.

Lindaweni harus berjibaku menghadapi lawan yang terbukti tangguh lewat permainan 3 set. Di set pertama, Lindaweni menang dengan skor 21-19. Namun, ia harus mengakui kehebatan Minatsu di 2 set terakhir, 13-21 dan 17-21.

Litbang Kompas

Tim Uber yang sebelumnya menemukan cahaya setelah berhasil ketertinggalan 0-2 menjadi 2-2 akhirnya terjungkal di pertandingan terakhir.

Tak pelak, hasil buruk yang diraih baik tim Uber maupun Thomas menjadi sorotan publik terutama para pecinta bulutangkis Indonesia. Mantan bintang lapangan badminton seperti Icuk Sugiarto pun turut mengomentari prestasi tim Indonesia yang kian menurun.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selaku induk organisasi olahraga ini harus berusaha lebih baik lagi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di kancah internasional.

Hingga kini, tim Indonesia masih menjadi tim dengan perolehan medali emas terbanyak dalam ajang Piala Thomas dengan 13 kali juara. Sementara itu, tim Uber baru mampu meraih 3 kali juara.

Gelar juara terakhir Indonesia di ajang Piala Thomas adalah pada 2002, sedangkan Piala Uber pada 1996.

Comment di sini