Keutamaan Puasa di Bulan Rajab dan Hukumnya

by
May 24th, 2012 at 4:02 pm

Menurut tanggalan umat Islam atau tanggalan Hijriyah, pada 21 Mei 2012 lalu umat muslim telah masuk di bulan Rajab. Dimana pada bulan Rajab ini sebagian umat muslim akan melakukan ibadah puasa untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Lalu apa hukumnya bagi yang tidak melaksanakan puasa?

Bulan Rajab adalah bulan ketujuh dari penanggalan Islam (Hijriyah). Dimana pada bulan ini terjadi peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW (tanggal 27 Rajab) dan mendapatkan perintah shalat lima waktu dalam satu hari.

Bagi umat Islam Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Banyak para muslim yang memanfaatkan bulan istimewa ini dengan melaksanakan puasa selama satu hari atau lebih.

Menurut salah satu hadist, puasa di bulan Rajab selama 1 hari itu sama artinya dengan puasa selama 1 bulan penuh. Dengan kata lain semakin banyak ibadah puasa yang dilakukan di bulan Rajab maka pahala yang diperoleh pun akan berlimpah.

Hadist riwayat al-Thabarani dari Sa’id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana  berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya…..”

Hukum puasa di bulan Rajab sendiri adalah Sunnah (boleh dikerjakan ataupun tidak). Jadi jangan pernah Anda yang berpuasa di bulan Rajab mempermasalahkan mereka yang tidak berpuasa. Puasa di bulan Rajab adalah puasa spesial untuk mereka yang ingin menambah pahalanya.

Di dalam penanggalan Islam sendiri terdapat empat bulan haram (dimuliakan). Empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri bulan Rajab. Di bulan-bulan inilah umat Islam mendapatkan keistimewaan. Umat Islam yang beribadah di bulan-bulan ini maka pahalanya akan dilipat gandakan.

Sementara untuk puasa yang diwajibkan setiap tahunnya adalah puasa bulan Ramadhan. Setiap umat Islam yang sudah baligh (dewasa) diwajibkan untuk menjalani puasa selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Bagi yang meninggalkan puasanya maka harus berpuasa di lain hari atau membayar fidyah sebagai pengganti puasa bagi orang yang tidak mampu secara fisik, seperti orang sakit keras, orang yang sudah tua/pikun, atau ibu hamil.

Itulah penjelasan singkat mengenai keutamaan dan hukum puasa di bulan Rajab. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Amin.! :)

Comment di sini