Google Tak Mau Sensor Otomatis Konten Pornografi

by
May 25th, 2012 at 10:43 am

Raksasa mesin pencari, Google, menyatakan penolakan terhadap keputusan dari pemerintah Inggris yang akan memblokir konten dewasa di negaranya. Rencananya, pemerintahan negara kerajaan ini akan bekerja sama dengan seluruh penyedia jasa layanan Internet (Internet Service Provider/ISP) di negara mereka. Jadi nantinya, ketika peraturan ini diterapkan, maka para pengguna Internet yang masih tetap ingin membuka konten dewasa (termasuk pornografi) harus mendaftarkan data diri mereka terlebih dulu ke ISP mereka.

Hal ini mendapat tentangan dari Google. Dalam debat yang melibatkan banyak pihak terkait keputusan ini di Inggris, Google menyatakan bahwa bagi mereka, pendidikan bagi anak-anak akan lebih baik daripada langkah-langkah teknis, ataupun pemberian hak bagi perusahaan swasta dalam menentukan konten mana yang pantas dan mana yang tidak pantas diakses oleh anak-anak.

Sarah Hunter, perwakilan Google, mengungkapkan bahwa tidak semua keluarga sama, jadi tidak lazim bagi sebuah perusahaan untuk memutuskan konten mana yang pantas atau tidak pantas bagi seluruh anak-anak. Pernyataan ini didukung oleh Kristy Hughes, Chief Executive of Index on Censorship. Sama dengan pendapat Sarah, beliau juga mengatakan bahwa pembuatan daftar blokir dan semacamnya itu sudah sama saja dengan sensor.

Hal itu merupakan reaksi dari pernyataan Andrew Heaney, Direktur Eksekutif Strategi dan Regulasi TalkTalk. Menurut Andrew, pemblokiran tersebut bukanlah merupakan sensor, melainkan hanyalah semacam “penyaringan” saja.

Tidak salah jika Google menolak hal ini, jika kita melihat pada hasil peneliatan Open Rights Group yang mendapatkan hasil setidaknya 60 situs, termasuk blog, website komunitas, sudah mengalami salah blokir. Pemblokiran ini adalah sistem otomatis yang dilakukan oleh jaringa mobile di Inggris.

Comment di sini