Pelajar Indonesia di Belanda Soroti Studi Banding Anggota DPR

by
May 25th, 2012 at 10:10 am

Pelajar Indonesia di Belanda yang tergabung dalam Perhimpinan Pelajar Indonesia (PPI), menilai studi banding ke luar negeri DPR tidak efektif. Pasalnya ada cara lain yang bisa digunakan studi banding tanpa harus keluar negeri yakni dengan cara teleconference.

Sekretaris Jenderal PPI Belanda Reonaldus Paembonan mengatakan bahwa metode studi banding teleconference terbukti ampuh. Apalagi dia juga sering menggunakannya untuk melakukan riset. “Seharusnya DPR juga bisa menggunakannya,” ungkap Reonaldus.

Menurut Reonaldus, dengan menggunakan teleconference para anggota DPR tidak perlu datang jauh-jauh ke Belanda atau ke Inggris. Dan yang terpenting para anggota DPR tidak akan bisa bolos rapat parlemen lagi. Ia yakin dengan begitu anggaran, tenaga dan waktu anggota DPR tidak akan terbuang sia-sia.

Sementara itu, Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Dewan Perwakilan Rakyat (BAKN DPR) Sumarjati Arjoso tidak setuju dengan ide teleconference. “Nilai pertemuan langsung dengan teleconference itu beda, jadi kami tetap harus bertemu langsung,” ujar Arjoso.

Arjoso beralasan anggota DPR tidak bisa menggunakan teleconference karena masalah teknis. Menurut politisi dari Partai Gerinda itu, infrastruktur DPR belum memadai untuk melangsungkan komunikasi jarak jauh telewicara.

Pendapat Arjoso pun di dukung oleh Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya pertemuan secara langsung akan jauh lebih baik daripada telewicara, apalagi komunikasi dengan orang yang belum dikenal.

“Selain itu, ada hal-hal yang enggak didesain untuk diskusi, tapi malah menghasikan ide baru,” ucap Eva.

Sebelumnya, PPI di luar negeri menilai studi banding para anggota DPR digunakan hanya untuk plesir bareng keluarga. Pasalnya beberapa pelajar PPI sering menjumpai anggota DPR yang studi banding ke luar negeri sambil membawa istri atau suaminya.

Yang baru-baru ini terjadi, kunjungan luar negeri anggota DPR ke Jerman berakhir penolakan dari PPI Jerman. Sejumlah anggota DPR ketangkap basah membawa keluarganya saat tiba di Bandara Tegel, Berlin, Jerman tanggal 23 April 2012 lalu.

Sekedar info, studi banding delegasi di Eropa baru-baru ini akan berlangsung selama enam hari. Tiga hari pertama pekan lalu dilaksanakan di Inggris, sedangkan tiga hari berikutnya di Belanda. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah peningkatan kapasitas kelembagaan yang hasilnya akan diolah sebagai bahan revisi Undang-Undang tentang MRP, DPR, DPD, dan DPRD.

Saking lamanya di luar negeri, beberapa anggota DPR yang ikut dalam kunjungan akhirnya bolos rapat parlemen. Padahal para anggota BAKN DPR itu tengah memasuki masa sidang.

Kunjungan luar negeri anggota DPR mana hasilnya?

Comment di sini