Hindari Fitnah, Perempuan Ini Lakukan Sumpah Pocong

by
May 28th, 2012 at 4:26 pm

Saleha, seorang perempuan setengah baya asal Pulau Gili Genting, Sumenep, Jawa Timur, rela melakukan sumpah pocong pada Selasa (28/5) demi menghindari fitnah yang berkembang di desanya.

Sebelumnya ibu berusia 50 tahun ini dituduh melakukan praktik santet yang ditujukan kepada tetangganya yang bernama Asmawi hingga tewas.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, KH Mohammad Syafraji memimpin upacara sumpah pocong yang disaksikan banyak orang tersebut. Seperti prosesi sumpah pocong lainnya, Saleha dibungkus kain kafan berwarna putih seperti orang yang telah meninggal.

Dengan bimbingan KH Syafraji, Saleha melafalkan sumpah pocong. Apabila Saleha memang melakukan praktik santet, maka ia akan terkena tulah. Namun apabila ia tidak bersalah maka tidak akan terjadi apa-apa padanya.

Namun, prosesi sumpah pocong ini tidak dihadiri oleh keluarga yang menuduh Saleha berbuat santet.

KH Syafraji mengatakan praktik sumpah pocong di Sumenep sering dilakukan tanpa kehadiran pihak penuduh. Hal ini menyiratkan tuduhan yang diberikan tidak kuat.

Tuduhan santet diarahkan kepada Saleha karena almarhum Asmawi mengaku bertemu dengannya di setiap mimpi. Bahkan anak-anak Asmawi sempat datang menemui Saleha untuk meminta obat yang bisa menyembuhkan sakit Asmawi.

Saleha yang merasa tidak melakukan apa-apa tidak mengabulkan permintaan Asmawi.

Sesaat setelah Asmawi meninggal dunia, Saleha pun menjadi korban gunjingan masyarakat sekitar.

KH Syafraji mengungkapkan sumpah pocong boleh dipraktikkan menurut ajaran agama Islam. Di Jawa Timur, terutama Sumenep sendiri telah banyak dilakukan sumpah pocong ketika terjadi sengketa yang melibatkan ilmu gaib.

Comment di sini