Ratu Jogja: Indonesia tak punya dasar tolak Lady Gaga

by
May 28th, 2012 at 10:50 am

ANTARA/Puspa Perwitasari

Istri Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, turut mengomentari pembatalan konser Lady Gaga.

GKR Hemas mempertanyakan apa dasar yang dimiliki pihak yang menolak konser Lady Gaga.

Seperti dikutip dari Jurnalparlemen.com, ia membandingkan penolakan konser Lady Gaga di Indonesia dengan apa yang terjadi di Filipina. Di Filipina, ungkapnya, Lady Gaga ditolak masyarakat Kristen karena dipandang menghina agama yang mereka peluk. Namun, di Indonesia dasar tersebut tak bisa digunakan.

Ratu Kraton Kasultanan Yogyakarta ini menilai budaya dan norma di Indonesia bukanlah alasan yang tepat untuk digunakan sebagai dasar penolak. Ia mencontohkan masih banyak tarian yang dinilai erotis dan penyanyi yang dianggap seronok di daerah-daerah dan bahkan Ibukota yang masih bisa melangsungkan pertunjukan hingga sekarang.

GKR Hemas juga menyoroti pihak yang sering memberangus kebebasan berekspresi.

Menurutnya, konser Lady Gaga hanya merupakan bagian dari pertunjukan seni sehingga semua yang terkait dengan pentas tersebut adalah urusan kesenian.

Ia juga mengatakan penolakan yang berujung pada pembatalan konser bertaraf internasional ini akan berpengaruh terhadap kedudukan Indonesia di dunia. Investasi bakal sulit masuk apabila Indonesia terus-terusan menganggap semua yang masuk dari luar tidak sesuai dengan norma.

Comment di sini