Wah! 160 Siswi Diracun Di Kelas

by
May 30th, 2012 at 4:01 pm

Pelita Online

Lagi-lagi siswi-siswi yang bersekolah di Afganistan, diracun oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Para siswi ini akhirnya dirawat di rumah sakit yang terletak di Afganistan Utara. Seorang pejabat polisi Provinsi Takhar mengatakan bahwa terdapat sedikitnya 160 siswi yang dirawat di rumah sakit karena keracunan.

Juru bicara polisi Khalilullah Aseer menyebutkan bahwa ruang kelas yang dipakai kemungkinan telah disemprot bahan beracun sebelum para siswi memasuki kelas. Pihak kepolisian menyalahkan Taliban atas tindakan yang tidak terpuji ini.

Kejadian yang terjadi di Aahan Dara Girls School di Taluqan, ibukota provinsi itu telah terjadi dua kali dalam seminggu ini.

Para siswi yang berusia antara 10 sampai 20 tahun itu mengaku mengeluh sakit kepala, muntah, dan pusing yang kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

Pada minggu lalu terdapat lebih dari 120 anak perempuan beserta 3 orang pengajar yang juga dirawat di rumah sakit setelah merasakan keluhan yang serupa.

Juru bicara kepolisian mengatakan bahwa masyarakat telah mengetahui bahwa gerakan seperti ini dilakukan oleh teroris dan Taliban untuk mengancam para anak perempuan dan menghentikan mereka dari bersekolah. Dia juga menegaskan bahwa saat ini Afganistan sedang mencoba untuk menerapkan demokrasi dan anak-anak perempuan untuk bersekolah namun sepertinya musuh pemerintah menolak hal itu.

Peristiwa ini tidak hanya sekali terjadi. Pada bulan April yang lalu di provinsi Takhar ada lebih dari 170 anak perempuan yang dirawat di rumah sakit setelah meminum air sumur yang diduga telah diberi racun sebelumnya. Tindakan seperti ini telah mendapat kecaman dari pejabat kesehatan setempat yang menyalahkan tindakan itu pada kaum ekstrimis.

Akhir-akhir ini Taliban juga menginginkan agar sekolah yang ada di Afganistan timur untuk ditutup sebagai pembalasan atas larangan penggunaan motor karena sering kali digunakan oleh kelompok perlawanan untuk melakukan aksi. Taliban mulai melunak setelah diadakan perubahan kurikulum.

Rezim taliban yang pernah berkuasa pada tahun 1996 sampai 2001 tidak mengizinkan anak perempuan bersekolah. Sekolah-sekolah baru mulai dibuka kembali setelah rezim ini digulingkan dengan bantuan AS pada tahun 2001. Para pemimpin NATO menandatangani diakhirinya operasi tempur tahun depan sehingga pasukan internasional akan ditarik mundur pada akhir 2014.

Comment di sini