Inilah Cerita Hidup Menteri Inggris Yang Beragama Islam

by
May 30th, 2012 at 11:11 am

Graeme Robertson/The Guardian

Inggris terkenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Tapi hal itu tidak membuat Sayeeda Hussain Warsi atau Broness Warsi yang beragama Islam kesulitan untuk menggapai sukses. Terbukti kini Warsi tercatat sebagai salah satu pejabat di Inggris.

Saat ini Warsi tercatat sebagai Menteri Urusan Keutuhan Masyarakat di Kabinet David Cameron di Inggris. Kini Warsi dinobatkan sebagai muslim pertama yang berhasil masuk dalam sistem pemerintahan di Eropa.

Warsi yang diundang oleh Universitas Indonesia (UI) memanfaatkannya untuk bercerita tentang perjalanan hidupnya jadi seorang pejabat muslim pertama di Eropa. Mungkin cerita yang disampaikan Warsi di UI, Depok, Selasa 29 Mei 2012 kemarin bisa jadi inspirasi buat umat muslim di Indonesia.

Awalnya Warsi datang ke Inggris sebagai seorang imigran dari negara muslim Pakistan. Ia lahir dikeluarga dan punya tiga saudara kandung yang juga menganut agama Islam. “Saya lahir pada 1971 sebagai imigran dari Pakistan ke Inggris,” kata Warsi.

Warsi yang sekolah di University of Leed lulus sebagai sarjana hukum. Pasalnya pada saat itu, kata Warsi, di Inggris berbagai profesi masih tersedia untuk para muslim. “Entah dokter, pengacara, atau akuntan,” katanya.

Hingga pada akhirnya tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat terjadi. Pandangan penduduk negara barat mulai berubah. Sebelumnya mereka menyorot perbedaan rasis dan warna kulit pun “berubah menjadi isu agama (Islam).”

Perubahan tersebut tak membuat Warsi merasa minder ataupun takut. Bahkan, dia malah memberanikan diri untuk masuk parlemen Inggris agar perubahan pandangan tersebut tidak berakibat buruk bagi muslim yang ada di Inggris.

“Kemudian saya pun terlibat di dalamnya dengan masuk ke parlemen untuk mendobrak perbedaan tersebut,” kata Warsi.

Warsi yang ingin masuk ke parlemen pun terpaksa harus menghadapi berbagai macam tantangan. Apalagi warga muslim saat itu dicap sebagai warga yang tidak patuh terhadap pemerintahan. “Namun pemberitaan media begitu positif dan bisa menerima saya,” kata Warsi.

Warsi pun memberanikan diri untuk berkampanye walau hanya di lingkungan warga muslim saja. Ia mengusung politik menghilangkan perbedaan antar penduduk Inggris. “Saya mengusung perang terhadap diskriminasi soal perbedaan warna kulit dan gender. Saya tegaskan wanita juga memiliki kesempatan,” katanya.

Karena mengusung politik yang tidak membeda-bedakan suatu kelompok itulah, “Saya pun biasa berpidato tak hanya dalam komunitas muslim, tapi di banyak tempat,” kata Warsi. Alhasil kini Warsi terpilih jadi seorang menteri di Inggris.

Dari politik tanpa perbedaan ala Warsi inilah masyarakat muslim di Inggris kini mulai bisa diterima kembali. ;)

Comment di sini